Terima kasih telah mengunjungi kami, berkat Tuhan kiranya menjadi milik kita semua

Kita adalah hamba-hamba yang tak berguna Jika kita tidak bersama Tuhan

Senin, 26 Juli 2010

MASA DEPANMU DAN MASA DEPANKU

Pasangan dokter, Patricia dan David Mrazek menyaksikan banyak kekecewaan hati di tempat kerja mereka. Sebagai spesialis pediatrik mereka menangani banyak anak-anak yang menderita.Tetapi mereka terkejut oleh kenyataan bahwa beberapa anak dapat mengatasi bencana sedangkan yang lainnya hancur di dalamnya.Kenapa? Mengapa, misalnya, seorang anak harus menggunakan obat-obatan sedangkan yang lainnya pergi ke kampus?

Mengapa beberapa anak korban dari penyiksaan tumbuh menjadi penyiksa sedangkan yang lainnya tumbuh menjadi orang tua yang baik? Kedua dokter Mrazek melakukan survei intensif untuk menemukan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini.

Di dalam penelitian mereka, suatu sifat penolakan terus muncul di antara anak-anak yang selamat dari trauma dan terus maju untuk membangun hidup yang sehat. Rahasianya? Sebuah dasar pandangan hidup yang optimis dan penuh harapan. Harapan membuat perbedaan. Harapan, melebihi segalanya, membantu kita melawan rintangan ketika mereka bertumpuk melawan kita. Umat manusia sangat memerlukan pertolongan. Tetapi bagaimana kita mendapatkannya? Harapan susah dicari di dalam dunia kita, SAMPAI kita melihatnya dari sisi nubuatan Alkitab. Panduan DISCOVER ini menyelidiki ramalan yang luar biasa yang telah mengilhami pribadi-pribadi yang tak terhitung jumlahnya dengan harapan yang penuh semangat.

1. SEBUAH RAMALAN ALKITAB YANG MENGAGUMKAN

Sekitar lima ratus tahun yang lalu sebelum kelahiran Kristus, Tuhan memberikan sebuah penglihatan yang menakjubkan tentang masa depan melalui nabi Daniel. Tuhan menampakkan garis besar dari sejarah dunia dalam masa 2,500 tahun, dari masa Daniel sampai dunia kita sekarang. Ramalan ini berasal dari mimpi yang Tuhan berikan kepada Nebuchadnezzar, raja dari Babel, sekitar 2,500 tahun yang lalu. Mimpi itu sungguh meresahkan sang raja, akan tetapi dia tidak dapat mengingat mimpi itu setelah dia bangun. Setelah semua orang-orang Babel yang bijaksana gagal menolong sang raja untuk mengingat atau mengartikan mimpinya, seorang pemuda Yahudi yang bernama Daniel tiba di tempat kejadian, menyatakan bahwa Tuhan Penguasa Surga dapat mengungkapkan semua misteri.
Berdiri di depan sang raja, Daniel dengan berani menyatakan:
"Ya raja, tuanku melihat suatu penglihatan, yakni sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan. Adapun patung itu, kepalanya dari emas tua, dada dan lengannya dari perak, perut dan pinggangnya dari tembaga, sedang pahanya dari besi dan sebagian lagi dari tanah liat. Sementara tuanku melihatnya, terungkit lepas sebuah batu tanpa perbuatan tangan manusia, lalu menimpa patung itu, tepat pada kakinya yang dari besi dan tanah liat itu, sehingga remuk. Maka dengan sekaligus diremukkannyalah juga besi, tanah liat, tembaga, perak dan emas itu, dan semuanya menjadi seperti sekam di tempat pengirikan pada musim panas, lalu angin menghembuskannya, sehingga tidak ada bekas-bekasnya yang ditemukan. Tetapi batu yang menimpa patung itu menjadi gunung besar yang memenuhi seluruh bumi." - Daniel 2: 31-35.
(Kecuali disebutkan, semua ayat Alkitab dalam Panduan DISCOVER ini diambil dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).
Patung ini, secara sekilas, sepertinya tidak berhubungan dengan menemukan harapan di masa kini, tetapi tunggu dulu.

2. RAMALAN DIINTERPRETASIKAN

Setelah memberitahukan secar tepat kepada Nebukadnezzar yang terpesona tentang apa dilihatnya di dalam penglihatannya, nabi Daniel menjelaskan:

"Itulah mimpi tuanku, dan sekarang maknanya akan kami katakan kepada tuanku raja." - Daniel 2:36.

KEPALA DARI EMAS: Apa kekuatan dunia yang Daniel beritahukan kepada raja yang disimbolkan oleh kepala dari emas?
"Ya tuanku raja, raja segala raja, yang kepadanya oleh Allah semesta alam telah diberikan kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.... TUANKULAH KEPALA YANG DARI EMAS ITU." - ayat 37, 38

Daniel mengatakan kepada penguasa kekaisaran dunia yang terbesar: Nebukadnezzar: "Tuhan menyatakan bahwa kerajaan tuanku, Babel, diwakili oleh patung kepala emas."
DADA DAN TANGAN DARI PERAK: Dari persepsi manusia, Babel kelihatan seperti sebuah kerajaan yang akan abadi selamanya. Tetapi apa yang dikatakan dalam nubuatan akan terjadi kemudian?

"Tetapi sesudah tuanku akan muncul suatu kerajaan lain, yang kurang besar dari kerajaan tuanku." - ayat 39.

Dalam penggenapan nubuatan Tuhan, kerajaan Nebukadnezzar hancur menjadi puing-puing pada saat Cyrus, jenderal dari Persia, menumbangkan kerajaan Babel di tahun 539 SM. Jadi dada dan tangan dari perak menggambarkan Medo-Persia, kerajaan besar lainnya.

PERUT DAN PINGGANG DARI TEMBAGA: Apa yang diwakilkan oleh bagian patung dari logam yang besar ini?

"Kemudian suatu kerajaan lagi, yakni yang ketiga, dari tembaga, yang akan berkuasa atas seluruh bumi." - ayat 39.

Perut dan pinggang dari tembaga melambangkan kerajaan Yunani. Alexander Yang Agung menaklukkan Mede dan Persia, mengubah Yunani menjadi kerajaan besar ketiga di dunia. Dia memerintah dari tahun 331 sampai 168 SM.

PAHA DARI BESI: "Sesudah itu akan ada suatu kerajaan yang keempat [kata Nabi itu], yang keras seperti besi, tepat seperti besi yang meremukkan dan menghancurkan segala sesuatu, dan seperti besi yang menghancurluluhkan semuanya." - ayat 40.

Setelah kematian Alexander, kerajaannya menjadi lemah dan terpecah menjadi bagian yang saling bermusuhan hingga akhirnya pada tahun 168 SM, pada peperangan di Pydna, Kerajaan Besi -Romawi- menghancurkan Yunani.

Kaisar Augustus memerintah Kekaisaran Romawi pada saat Yesus lahir sekitar 2000 tahun yang lalu (Lukas 2:1). Kristus dan para muridNya hidup selama periode yang digambarkan oleh kaki dari besi. Gibbon, sejarawan pada abad ke 18, tidak memiliki keraguan dalam pikirannya mengenai ramalan Daniel ketika ia menulis: "Patung dari emas, atau perak, atau kuningan, yang mewakili negara dan raja, secara telah dihancurkan secara berurutan oleh kerajaan besi Romawi". Edward Gibbon, The History of the Decline and Fall of the Roman Empire (John D. Morris and Company), volume 4, hlm. 89.

Pikirkan sejenak mengenai ramalan ini dari sudut pandang manusia. Bagaimana mungkin Daniel, yang hidup di jaman Babel, mempunyai gagasan berapa banyak kerajaan yang akan mewarisi satu sama lain dalam jangka waktu ratusan tahun ke depan? Kita pun kesulitan memperkirakan apa yang akan terjadi dengan pasar saham minggu depan! Dan bahkan Babel, Medo-Persia, Yunani dan Romawi muncul berurutan persis seperti yang diramalkan, seperti anak sekolah yang patuh dalam barisan.

Apakah Tuhan mengatur masa depan? Ya! Dapatkah kita memiliki pengharapan berdasarkan rencana besarNya? Jawabannya adalah sama, Ya!

TELAPAK DAN JARI KAKI DARI BESI YANG BERCAMPUR TANAH LIAT: Akankah kekuatan dunia ke-lima mengalahkan Romawi?

"Dan seperti tuanku lihat kaki dan jari-jarinya sebagian dari tanah liat tukang periuk dan sebagian lagi dari besi, itu berarti, BAHWA KERAJAAN ITU TERBAGI; memang kerajaan itu juga keras seperti besi, sesuai dengan yang tuanku lihat besi itu bercampur dengan tanah liat. Tetapi sebagaimana jari-jari kaki itu sebagian dari besi dan sebagian lagi tanah liat, demikianlah kerajaan itu akan menjadi keras sebagian dan rapuh sebagian." - Daniel 2: 41, 42.

Nabi itu meramalkan, bukan kerajaan dunia ke-lima, tetapi pembagian dari kerajaan besi Romawi. Romawi akan terpecah menjadi 10 kerajaan, seperti dilambangkan oleh bagian kaki dan jari-jari kaki patung itu.

Apakah ini benar-benar terjadi? Tentu saja terjadi. Selama abad ke 4 dan 5 Masehi, penjajah yang kejam dari utara datang terus menerus menghancurkan kerajaan Romawi, menghasilkan kekalahan demi kekalahan. Akhirnya sepuluh suku bangsa mendapatkan sebagian besar kerajaan Romawi Barat, dan 10 negara wilayah yang merdeka berdiri sendiri di dalam wilayah Eropa. Demikianlah jari-jari kaki itu melambangkan negara modern dari Eropa saat ini.
3. JAMAN KITA DI DALAM RAMALAN ALKITAB
Apakah Daniel meramalkan usaha-usaha yang akan dilakukan untuk menyatukan negara-negara Eropa di bawah satu pemimpin?
"Seperti tuanku lihat besi bercampur tanah liat, itu berarti: mereka akan bercampur oleh perkawinan, tetapi tidak akan merupakan satu kesatuan, seperti besi tidak bisa bercampur dengan tanah liat." - Daniel 2:43.

Berulang-ulang orang-orang yang berkuasa telah mencoba menyatukan Eropa, tetapi setiap kali mereka gagal mencapai tujuannya. Napoleon merupakan yang paling dekat kepada keberhasilan dibandingkan dengan yang lain dalam usahanya menyatukan Eropa, tetapi mungkin karena memikirkan ramalan ini, saat dia melarikan diri setelah dikalahkan dari peperangan Waterloo, dia berseru, "Kekuatan Tuhan terlalu besar untuk saya!"

Kaisar Wilhelm II dan Adolf Hitler menciptakan pasukan terkuat di dunia di masa mereka. Tetapi satu demi satu gagal dalam menyatukan Eropa di bawah pengawasan mereka. Mengapa? Karena Firman Tuhan adalah pancangnya: "Orang-orang akan bercampur dalam perkawinan, tetapi tidak akan menjadi satu kesatuan." Akibat dari dua Perang Dunia membuktikan bahwa Tuhan memegang masa depan di dalam tanganNya; Dia mengatur sepenuhnya. Hal itu tentu cukup untuk memberikan kita pengharapan, ketenangan pikiran, dan keyakinan tentang rencanaNya untuk hidup kita.

4. SEBUAH PANDANGAN KE MASA DEPAN

Hanya satu bagian dari ramalan Daniel yang belum dipenuhi. Apakah arti dari batu yang menimpa patung pada kakinya, menghancurkannya menjadi debu, dan menjadi kerajaan besar yang menguasai seluruh dunia?

"TETAPI PADA ZAMAN RAJA-RAJA (negara-negara modern Eropa), ALLAH SEMESTA LANGIT akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan binasa sampai selama-lamanya, dan kekuasaan tidak akan beralih lagi kepada bangsa lain: kerajaan itu akan meremukkan segala kerajaan dan menghabisinya, tetapi KERAJAAN ITU SENDIRI AKAN TETAP UNTUK SELAMA-LAMANYA." - Daniel 2:44.

"Raja-raja itu" mungkin hanya mengacu kepada raja-raja yang dilambangkan oleh kaki dan jari-jari dari patung tersebut, penguasa dari Eropa modern, menunjuk ke masa kita. Batu yang terungkit lepas tanpa perbuatan tangan manusia menimpa patung itu dan menghancurkannya menjadi pecahan-pecahan, dan akan memenuhi seluruh bumi (ayat 34, 35, 45). Segera Yesus akan turun dari surga untuk "memdirikan suatu kerajaan", Kerajaan kebahagiaan dan kedamaian. Kemudian Kristus, Batu Zaman dan Raja atas segala Raja, akan memerintah dunia selamanya!

Semua di dalam ramalan Daniel pasal 2 telah tercapai kecuali peristiwa yang terakhir, hancurnya patung itu oleh batu. Menurut waktu Allah, kita sekarang telah mendekati titik klimaks, kedatangan Kristus ke dunia kita. Yesus Kristus, Anak Allah, segera akan mengakhiri pertarungan berdarah yang panjang dalam sejarah manusia dan membentuk kerajaan abadiNya yang penuh kasih dan kemurahan.

5. MIMPI RAJA DAN ANDA

Ramalan ini menunjukkan kendali tangan Tuhan dalam kejayaan dan kejatuhan bangsa-bangsa. Tuhan tahu masa lampau, dan ramalan Alkitab ini secara jelas menunjukkan masa depan juga. Jika Tuhan mengatur pergerakan bangsa-bangsa dengan sedemikian tepatnya, tentu Dia akan mengatur kehidupan setiap orang.

Yesus meyakinkan kita: "Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga daripada banyak burung pipit." (Matius 10:30-31). Keyakinan iman akan anugerah Allah dapat menjadi penawar dari semua ketakutan dan kekuatiran kita." Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita" (Ibrani 6:19).

Ilmuwan abad 16, Erasmus menghubungkan kecelakaan yang terjadi sewaktu pelayaran laut yang tidak dapat dilupakannya selama sisa hidupnya. Kapal layarnya kandas di dalam badai. Saat ombak yang ganas menghantam kapal dan kapal itu mulai pecah, bahkan para pelayarpun panik. Para penumpang hampir histeris. Sebagian besar berteriak minta tolong kepada santa pelindung mereka, menyanyikan lagu-lagu pujian, atau memohon keras dalam doa.

Erasmus mendapatkan satu penumpang yang bereaksi sangat berbeda. "Dari kami semua," Erasmus menulis, "satu-satunya yang paling tenang adalah wanita muda yang menggendong seorang bayi yang sedang dijaganya. Dia adalah satu-satunya yang tidak berteriak, menangis, atau menawar dengan Surga. Dia tidak melakukan apapun kecuali berdoa secara diam-diam sementara mendekapkan bayinya erat ke dalam pelukannya."

Doa ini, Erasmus menyadari, hanya merupakan kelanjutan dari kebiasaan hidupnya yang penuh doa. Dia kelihatannya mempercayakan dirinya kepada Allah. Pada saat kapal mulai tenggelam, wanita muda ini ditempatkan di atas sebuah papan, diberikan tiang kapal untuk dipakai sebagai dayung, dan dilepaskan ke dalam ombak.

Dia harus menggendong bayinya dengan satu tangan dan berusaha mendayung dengan yang lain. Hanya sedikit yang berpikir dia akan selamat dalam ombak yang keras. Tetapi keyakinan dan ketenangannya membuat dia tetap tegar. Wanita muda dan bayinya adalah yang pertama yang mencapai pantai. Pengharapan kepada Tuhan yang bisa dipercaya dapat membuat semuanya berbeda, bahkan pada saat seluruh dunia kelihatan runtuh di sekitar kita. Kita tidak berada di luar mengayuh sendirian. Sebuah tangan yang lebih kuat memandu dan menggendong kita.

Jika anda mau datang kepada Kristus dengan penuh penyerahan, Dia akan memberikan anda sebuah keyakinan yang akan membawa anda melalui semua badai. Temukan kedamaian adikodrati yang Yesus janjikan:

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu." - Yohanes 14:27.

Apakah anda mempunyai kedamaian yang seperti itu? Jika anda memilikinya, berterimakasihlah kepada Yesus, Juruselamatmu. Jika tidak, kenapa anda tidak mengundang Dia masuk ke dalam hidupmu hari ini?


Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar