Terima kasih telah mengunjungi kami, berkat Tuhan kiranya menjadi milik kita semua

Kita adalah hamba-hamba yang tak berguna Jika kita tidak bersama Tuhan

Kamis, 13 Januari 2011

RAHASIA DARI PERTUMBUHAN IMAN MELALUI PERSEKUTUAN

Di awal tahun 1960-an, Saudara Andrew, seorang pria dari Belanda, menyelundupkan sejumlah Alkitab di dalam mobil VW-nya melintasi perbatasan Rumania dan melewati para penjaga komunis. Dia menginap di sebuah hotel dan mulai berdoa supaya Tuhan membimbingnya kepada kelompok-kelompok orang Kristen yang benar: kelompok yang bisa menggunakan Alkitab-Alkitab yang dibawanya dengan sebaik-baiknya.
Pada akhir pekan itu Andrew menemui pelayan hotel dan menanyakan di mana dia bisa menemukan sebuah gereja. Pelayan hotel itu memandang Andrew dengan aneh dan menjawab, "Anda tahu bahwa di negara kami tidak terdapat banyak gereja. Selain itu anda pun tidak mengerti bahasa yang digunakan oleh gereja di tempat ini". "Tidakkah kamu tahu?" jawab Andrew, "Orang-orang Kristen berbicara dengan bahasa yang sama." Pelayan itu bertanya, "Oh, bahasa apakah itu?" "Bahasa itu bernama Agape."
Pelayan itu tidak pernah mendengarnya, tetapi Andrew meyakinkan pelayan itu, bahwa bahasa Agape itu adalah bahasa yang paling indah di dunia. Andrew dapat menemukan beberapa kelompok gereja di Rumania dan berhasil mengadakan suatu pertemuan dengan pimpinan dan sekretaris dari kelompok gereja tertentu. Sayangnya, meskipun Andrew dan orang-orang ini mengetahui beberapa bahasa Eropa, mereka tidak mempunyai satu bahasa yang bisa mereka mengerti bersama. Jadi akhirnya mereka duduk sambil bertatapan satu sama lain. Andrew sudah menempuh perjalanan bermil-mil yang penuh bahaya dalam membawa Alkitab-Alkitabnya, tetapi tampaknya tidak ada satu carapun untuk mengetahui apakah orang-orang ini adalah saudara-saudara Kristen yang sesungguhnya atau informan-informan pemerintah.
Akhirnya Andrew melihat sebuah Alkitab bahasa Rumania di atas sebuah meja di kantor itu, kemudian Andrew merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah Alkitab berbahasa Belanda. Andrew membuka 1 Korintus 16:20 dan memperlihatkan Alkitabnya, serta menunjukkan nama dari bagian Alkitab itu, yang bisa dikenali oleh mereka. Dengan segera wajah mereka tampak senang. Mereka dengan cepat menemukan pasal dan ayat yang sama di dalam Alkitab Rumania mereka dan membaca: "Salam kepadamu dari saudara-saudara semuanya. Sampaikanlah salam seorang kepada yang lain dengan cium kudus."
Orang-orang ini tersenyum kepada Andrew. Kemudian salah satu dari mereka memeriksa Alkitabnya dan menemukan Amsal 25:25. Andrew menemukan ayat itu dan membacanya, "Seperti air sejuk bagi jiwa yang dahaga, demikianlah kabar baik dari negeri yang jauh."
Mereka menghabiskan waktu selama setengah jam untuk berbicara dan bertukar pikiran melalui ayat-ayat dari Alkitab itu. Mereka sangat bahagia dalam suasana persekutuan yang melintasi semua batas budaya sehingga mereka tertawa sampai air mata mereka keluar.
Andrew menyadari bahwa dia sudah menemukan saudara-saudaranya. Ketika dia menunjukkan kepada mereka Alkitab-Alkitab yang dibawanya, orang-orang Rumania itu sangat senang dan memeluk dia berulang-ulang.
Malam itu di hotel, pelayan hotel itu menjumpai Andrew dan berkata, "Saya sudah mencari kata 'agape' di dalam kamus, namun tidak ada bahasa dengan nama itu, itu hanya kata Yunani yang berarti cinta". Andrew menjawab, "Ya betul, saya telah berbicara dengan cinta sepanjang siang tadi". Sudahkah anda menemukan bahasa yang indah itu? Di dalam penuntun ini anda akan mempelajari tentang bagaimana Tuhan dapat membawa kita semua ke dalam lingkaran cintaNya yang besar.
1. GEREJA DICIPTAKAN UNTUK BERSEKUTU
Yesus mendirikan gereja untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia akan bimbingan dan dukungan. Kita semua mempunyai kebutuhan-kebutuhan. Dan untuk itulah gereja ada. Gereja adalah tempat bagi kita untuk bersekutu dan saling menolong satu sama lain. Alkitab mengungkapkan tentang sebuah gereja yang dinamis pada zaman para rasul yang mengundang pria dan wanita ke dalam satu persekutuan yang penuh sukacita yang meluas hingga mencapai Tuhan Yang Maha Kuasa:

"Apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamupun beroleh PERSEKUTUAN DENGAN KAMI. Dan PERSEKUTUAN KAMI ADALAH PERSEKUTUAN DENGAN BAPA DAN DENGAN ANAKNYA, Yesus Kristus. Dan semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya SUKACITA kami menjadi SEMPURNA." - 1 Yohannes 1:3-4. (Jika tidak diberi catatan, semua ayat-ayat Alkitab dalam buku ini diambil dari Alkitab Versi International Baru [NIV]).

Sekumpulan jiwa yang dipersatukan melalui hubungan dengan Yesus dan dengan sesama umat, merasakan "sukacita" yang sempurna!. Mereka semua berbicara dalam bahasa yang sama, yaitu bahasa cinta.
Orang-orang Kristen menjadi bagian dari sebuah keluarga yang besar. Mereka menjadi saudara di dalam Kristus karena mereka semua mempunyai satu roh yang sama. Makin besar persatuan keimanan, makin kuat ikatan di antara orang-orang Kristen. Anggota-anggota dari gereja-gereja yang dibentuk oleh para murid Yesus diikat bersama oleh kepercayaan mereka yang sama, cinta mereka kepada Tuhan, dan keinginan mereka untuk melayani Yesus dan keinginan untuk membagikan berkat Yesus ke seluruh dunia. Ikatan persekutuan yang erat ini merupakan salah satu alasan mengapa kelompok minoritas yang tak berdaya dan teraniaya ini sanggup menggoncangkan dunia.
2. GEREJA KRISTUS DIBENTUK

Apakah Kristus mempunyai sebuah gereja, atau apakah semua pikiran tentang sebuah organisasi keagamaan hanyalah sebuah penemuan manusia? Yesus menjawab:

"di atas BATU KARANG ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." - Kutipan, Matius 16:18.

Yesus adalah Jangkar, Batu Penjuru, dari jemaatNya. Apakah yang membentuk bagian dari fondasinya?
"Dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru." - Efesus 2:20.

Apa yang digenapi Tuhan ketika Injil diberitakan?

"Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan." - Kisah 2:47.

Ketika Yesus membentuk gerejaNya, Dia berjanji bahwa "alam maut tidak akan menguasainya" (Matius 16:18), dan gereja Kristen tetap bertahan. Gereja Kristen mempunyai musuh-musuh yang kuat--mulai dari kekaisaran Romawi sampai kepada pemerintahan komunis-- tetapi darah dari orang-orang yang mati syahid semakin menambah kekuatan jemaat itu. Bilamana seorang Kristen mati karena dibakar di tiang atau dilemparkan ke kumpulan singa, umat Kristen lain akan muncul sebagai penggantinya. Orang-orang yang tidak percaya berusaha keras untuk melenyapkan gereja Kristen. Tetapi kebenaran Kristen bertahan lebih kuat di zaman sekuler dan ilmiah dibandingkan sebelumnya.
Salah satu tantangan besar yang dihadapi gereja Kristen muncul segera setelah agama Kristen diterima sebagai agama resmi dalam pemerintahan Romawi. Agama Kristen berkembang dengan pesat, tetapi pada akhirnya gereja itu tercemar. Gereja tampaknya mati secara rohani di Zaman Kegelapan. Tetapi Tuhan selalu melindungi umat-umat-Nya yang tetap berani dan setia dalam masa kesuraman dan kesusahan, sehingga mereka akan tetap bersinar terang seperti bintang-bintang di langit yang tanpa bulan.
Paulus mengumpamakan hubungan Kristus dengan gerejaNya seperti hubungan seorang suami yang lembut dan pelindung bagi istrinya (Efesus 5:23-25). Gereja Kristen adalah sebuah keluarga, yang setiap anggotanya mempunyai hubungan dengan anggota-anggota keluarga yang lain dan saling memberikan demi kebahagiaan bagi anggota-anggotanya (Efesus 2:19).
Paulus juga menggambarkan jemaat sebagai sebuah tubuh yang hidup, dengan Yesus Kristus sebagai kepalanya (Kolose 1:18).
Ketika kita dibaptis, kita menyatakan kesetiaan kita kepada Yesus dan menjadi anggota dari tubuh itu, yaitu gereja.
"Karena kita semua DIBAPTIS dalam satu roh MENJADI SATU TUBUH." - 1 Korintus 12:13.
Buku Wahyu menggambarkan Kristus berjalan di antara jemaat-jemaat-Nya, memperlihatkan kasih sayang-Nya terhadap mereka (Wahyu 1:20, 12, 13). Kristus tidak pernah meninggalkan umat-Nya dan tidak akan pernah.
3. SEBUAH GEREJA DENGAN SATU TUJUAN
Keberadaan gereja sangat penting bagi seorang Kristen. Kita membutuhkan bantuan dari orang lain untuk mempertahankan agar kepercayaan kita tetap hidup dan bertumbuh. Gereja juga memainkan tiga peranan penting:
(1) Gereja menjaga kebenaran.
Sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Timotius 3:15), gereja memperjuangkan dan mempertahankan kebenaran Tuhan dihadapan dunia. Kita membutuhkan kebijaksanaan bersama dari umat-umat percaya yang lain untuk menolong kita fokus kepada kebenaran-kebenaran penting dari Alkitab.
(2) Gereja adalah sebuah contoh dari apa yang bisa dilakukan oleh rahmat Tuhan bagi orang-orang berdosa. Perubahan yang telah dilakukan Kristus di dalam hidup umat-umat-Nya memberikan pujian kepada Tuhan yang telah memanggil kita ke dalam terang-Nya yang ajaib.
(3) Anak-anak Tuhan adalah saksi-saksi-Nya bagi dunia yang sangat miskin ini. Sebelum Yesus kembali ke Surga, Yesus berjanji kepada pengikut-pengikut-Nya:

"Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." - Kisah 1:8.

Merupakan satu kehormatan besar bagi gereja untuk menyampaikan pesan betapa besar-Nya cinta kasih Tuhan terhadap dunia ini.

4. TERORGANISASI SUPAYA KUAT
Gereja yang telah dibangun Kristus mempunyai organisasi yang jelas. Seseorang bisa masuk atau keluar dari keanggotaan (Matius 18:15-18). Gereja Tuhan menetapkan penatua-penatua dan mempunyai sebuah kantor pusat sebagai tempat pertemuan (Kisah 8:14; 14:23; 15:2; 1 Timotius 3:1-13). Ketika mereka dibaptis, umat-umat percaya bergabung ke dalam satu kelompok yang terorganisasi. (Kisah 2:41 dan 47). Gereja berdiri untuk saling memperhatikan.

"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat." - Ibrani 10:24-25.

Dalam ruang lingkup yang kecil, ini adalah hal yang dilakukan sebuah gereja yang sehat. Anggota-anggota gereja saling menguatkan dalam kepercayaan, mereka saling menasihati. Tuhan mengorganisasikan gerejaNya untuk menguatkan umat-umat-Nya dan juga untuk melayani dunia. Kita dapat melakukan lebih banyak secara bersama-sama bila dibandingkan dengan apa yang dapat kita lakukan secara sendiri-sendiri. Sebagai satu contoh: Gereja Masehi Andvent Hari Ketujuh. Kita melakukan sebuah pekerjaan kesehatan yang besar di seluruh dunia, mulai dari pusat-pusat kesehatan di kota sampai ke klinik-klinik di pulau-pulau terpencil di Pasifik Selatan. Lembaga pendidikan kita telah membawa beribu-ribu generasi muda kepada sebuah pengetahuan akan hidup yang lebih baik di dalam Kristus, mulai dari Universitas Loma Linda, yaitu pelopor dalam cangkok jantung, sampai kepada sekolah-sekolah pekabaran Injil yang kecil yang tersebar di daerah pedalaman Afrika. Kita membantu orang-orang yang kelaparan dan korban bencana alam melalui ADRA (Adventist Development & Relief Agency). Gereja-gereja setempat membantu memberikan pakaian dan makanan kepada orang-orang miskin dan para tuna wisma melalui beribu-ribu pusat pelayanan masyarakat. Dan kumpulan-kumpulan umat-umat Advent membagi-bagikan kabar keselamatan di 200 lebih negara. Hanya sebuah kelompok umat-umat Kristen yang terorganisasi dengan baik dan mau mengabdikan dirinya yang dapat melaksanakan tugas besar ini.
Kristus dan para rasul mengumpamakan gereja seperti tubuh, dan menunjukkan bahwa semua anggota-anggota tubuh dibutuhkan (1 Korintus 12:21-28). Semua anggota-anggota tubuh tidaklah sama persis, tetapi semua penting dan semua harus bekerja sama dengan selaras. Sebuah mata yang terpisah dari tubuh tidak dapat melihat. Sebuah tangan yang terpotong tidak mempunyai manfaat. Apakah kita sebuah mata, sebuah tangan, atau hanya sebuah jari, kita tidak dapat betul-betul berguna bagi Kristus bila hanya menjadi diri kita sendiri. Menjadi bagian dari gereja, dan bersatu dengan anggota-anggota tubuh yang lain, akan memperkuat kita sebagai umat-umat Kristen.
5. SUKACITA PERBAKTIAN
Di hati kita yang terdalam terdapat kerinduan untuk berbakti kepada Tuhan, dan kerinduan itu dapat memudar jika kita tidak menyatakannya. Bagaimana perasaaan Pemazmur ketika dia pergi ke tempat perbaktian?

"Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: Mari kita pergi ke rumah Tuhan." - Mazmur 122:1.

Apa peranan musik dalam kebaktian bersama?

"Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!" - Mazmur 100:2.

Alkitab mengatakan kepada kita bahwa memberikan persembahan adalah suatu hal yang bagus dalam kebaktian.

"Bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya!.. Sujudlah menyembah kepada TUHAN dengan berhiaskan kekudusan." - Mazmur 96:8-9.

Berdoa juga merupakan hal yang penting dalam kebaktian bersama.

"Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan TUHAN yang menjadikan kita." - Mazmur 95:6.

Pendalaman Alkitab dan khotbah adalah pusat dari kebaktian pada Perjanjian Baru. Dimulai dengan khotbah Petrus pada hari Pentakosta, yang terdapat di kitab Kisah Para Rasul 2, dan mulai dari masa para pembaharu Protestan sampai masa kita sekarang, setiap kebangkitan rohani didasarkan pada khotbah Alkitabiah. Kenapa? "Sebab FIRMAN Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun" (Ibrani 4:12-13).
6. APA KEBENARAN YANG TERDAPAT DALAM GEREJA
Beberapa pandangan mengatakan bahwa gereja terdiri dari orang-orang yang tidak sempurna. Apa yang dikatakan Henry Ward Beecher adalah benar: Gereja bukanlah sebuah panggung pertunjukan untuk umat-umat Kristen yang terkenal, tetapi gereja adalah sebuah sekolah untuk mendidik umat-umat yang tidak sempurna.
Karena tidak seorang pun dari kita yang sempurna, maka gereja juga tidak akan pernah menjadi sempurna. Di salah satu perumpamaan-Nya, Yesus mengingatkan kita bahwa lalang-lalang tumbuh diantara gandum-gandum (Matius 13:24-30). Ketika kita membaca surat-surat Paulus, kita menemukan bahwa geraja-gereja pada zaman rasul mempunyai masalah-masalah kritis. Dan gereja pada saat ini banyak mempunyai kelemahan-kelemahan. Tetapi ingatlah bahwa persekutuan yang lemah tidak pernah merusak atau mengganggu batu penjuru yang besar dari gereja, yaitu Yesus Kristus. Jadi di dalam gereja yang tidak sempurna kita harus tetap mempertahankan pandangan kita kepada Juru Selamat kita Yesus Kristus yang telah melayani kita. Meskipun gereja itu mempunyai kelemahan-kelemahan, namun gereja itu merupakan kepunyaan Dia, jadi fokuskanlah perhatian kepada Yesus Kristus.

"Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya untuk menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman, supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela." - Efesus 5:25-27.

Gereja sangat penting bagi Yesus sehingga Dia menyerahkan diri-Nya bagi gereja itu, ketika Dia mati untuk masing-masing kita dan untuk gereja secara bersama. Jadi keanggotaan gereja seharusnya penting bagi anda. Apakah anda seorang anggota dari tubuh Kristus.
7. MENEMUKAN SEBUAH GEREJA
Berapa banyak iman yang dimiliki Yesus di dunia ini?

"Satu tubuh, dan satu Roh,... satu Tuhan, SATU IMAN, satu baptisan." - Efesus 4:4-5.

Karena Kristus hanya mempunyai satu iman, bagaimana kita dapat mengenali iman itu? Yesus memberikan kita kunci:

"Barangsiapa mau melakukan kehendak-Nya, ia akan tahu entah ajaran-Ku ini berasal dari Allah, entah Aku berkata-kata dari diri-Ku sendiri." - Yohanes 7:17. (Lihat juga Yohanes 8:31-32).

Bila kita membuat komitmen untuk melakukan kehendak Tuhan, Dia akan menolong kita untuk mengetahui apakah ajaran itu berasal dari Tuhan atau hanya dari tradisi manusia saja. Hal penting yang kita lakukan ketika menemukan suatu gereja adalah menguji perhatian dan kesetiaan gereja itu kepada firman Tuhan. Persekutuan yang benar adalah persekutuan yang dibangun berdasarkan Alkitab, bukan hanya berdasarkan seorang pemimpin yang kharismatik atau berdasarkan sebuah lembaga yang besar.
Lanjutkan terus membuat penemuan-penemuan dalam penuntun-penuntun ini, berjalanlah di terang sebagaimana yang Tuhan sampaikan kepada anda melalui Alkitab, dan Dia akan memberitahukan kehendak-Nya kepada anda. Seorang Kristen yang bertumbuh adalah orang yang membuka hati dan pikirannya untuk menerima kebenaran sebagaimana yang Tuhan sampaikan melalui Firman-Nya.

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar