Terima kasih telah mengunjungi kami, berkat Tuhan kiranya menjadi milik kita semua

Kita adalah hamba-hamba yang tak berguna Jika kita tidak bersama Tuhan

Minggu, 05 Desember 2010

RAHASIA ISTIRAHAT SURGAWI

Beberapa tahun lalu orang memperkirakan dalam waktu dekat kita akan boleh sedikit santai terbebas dari segala tugas yang harus kita lakukan. Ada beberapa alasan dari ramalan yang kedengarannya pasti tersebut. Dalam dunia komputer, mesin ajaib ini menyelesaikan tugas sebulan hanya dalam hitungan detik, robot-robot mengerjakan pekerjaan berat di industri berat.
Tetapi setelah komputer mulai memasyarakat dan semua urusan-urusan mulai dijalankan secara otomatis, kita malah tidak sempat bernafas, lebih sibuk dari waktu sebelumnya. Sekarang ini keluarga semakin 'kehabisan' waktu. Suami istri susah untuk dapat menghabiskan waktu yang berarti bagi anak-anak, apa lagi untuk mereka berdua.
Satu riset di suatu masyarakat yang kecil didapatkan rata-rata seorang ayah menghabiskan waktu bersama anak laki-lakinya hanya 37 detik, Keluarga semakin kehilangan waktu mereka dan kehilangan kebersamaan. Bagaimana kita dapat kembali lebih santai dan boleh menghabiskan waktu lebih banyak bersama.

1. PELEPAS KETEGANGAN BAGI KEHIDUPAN YANG PENUH DENGAN TEKANAN

Yesus memahami masalah dari tiap keluarga dan Dia juga menyadari kalau peristirahatan rohani adalah bagian dari kualitas kehidupan

"Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, AKU AKAN MEMBERI KELEGAAN.... BELAJARLAH KEPADA KU, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan JIWAMU AKAN MENDAPAT KETENANGAN." - Matius 11:28, 29. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab diambil dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).
Alkitab menganjurkan agar kita mengalami istirahat ini dalam dua cara: datang kepada Kristus secara harian dan mingguan.
2. HUBUNGAN HARIAN BERSAMA YESUS.

Orang-orang banyak berteriak untuk menarik perhatian Yesus. Tetapi tetap Yesus dapat berkomunikasi dengan tiap-tiap orang di sekelilingnya dengan perasaan damai dan tetap tenang. Bagaimana bisa? Yesus membiasakan diri menyediakan waktu untuk berkomunikasi dengan Allah-Bapa di surga, Dia terus mengandalkan kekuatan Bapa untuk memenuhi segala tantangan hidup (Yohanes 6:57).
Bila kita juga ingin hidup dengan damai dan penuh ketengan kita juga harus terus mengandalkan Yesus, kita mengundang Firman dan Roh-Nya memenuhi dan membentuk Jiwa kita. Cara yang terbaik untuk mengendalikan tekanan yang menghimpit kita sebagai individu dan memisahkan kita sebagai keluarga adalah terus membiasakan menyediakan waktu yang berkwalitas bersama Yesus. Dia berkata

"TINGGALLAH DALAM AKU dan Aku akan Tinggal dalam kamu... JAUH DARI AKU KAMU TIDAK DAPAT BERBUAT APA-APA." - Yoh 15:4, 5.

Salah satu kebutuhan yang terbesar dalam hidup kita adalah terus menerus berhubungan dengan Sumber utama kebutuhan Rohani dengan cara membentuk hubungan dari hari ke hari dengan Yesus. Salah satu tahap yang terpenting yang harus di utamakan dalam hubungan kita dengan Kristus adalah pengorbanan-Nya di kayu salib. Peristirahatan yang sesungguhnya, jaminan yang nyata, hanya ada karena hal besar yang dirampungkan Yesus ketika Ia berseru di kayu salib "Sudah selesai" (Yoh 19:30). Dengan perkataan lain, tugasNya menebus kita sudah selesai.
"Tetapi sekarang Dia hanya SATU KALI SAJA menyatakan diri-Nya, pada Zaman akhir untuk MENGHAPUSKAN DOSA oleh korban-Nya" (Ibrani 9:26). Ketika Yesus mati, 'Dia menghapuskan dosa'. Itu sebabnya tiap-tiap orang percaya yang mengaku dosa-dosanya dapat 'beristirahat' di kayu salib-Nya. Kita diterima.
Rasa bersalah ada di balik laju kehidupan kita sekarang ini . Tapi Yesus telah memecahkan masalah dosa sekali dan untuk semuanya di kayu salib. Seruan Yesus, "sudah selesai", mengenapi janjiNya "Aku akan memberikan kamu peristirahatan" sebagai bukti yang nyata. Kristus menyelesaikan tugasnya untuk menebus kita di Kalvari (Titus 2:14) dan kemudian Dia beristirahat di dalam kubur pada hari Sabat, dan bangkit dari kubur pada hari Minggu pagi sebagai Pemenang atas dosa dan maut. Tidak ada jaminan yang lebih besar bagi umat Kristen selain peristirahatan di dalam karya Yesus yang sudah selesai.

"Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan KEYAKINAN IMAN YANG TEGUH... marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab IA YANG MENJANJIKANNYA, SETIA." - Ibrani 10: 22, 23

"Sebab Ia yang menjanjikanNya setia," kita dapat masuk ke peristirahatan surgawi yang telah dijanjikan Yesus. Kepastian, perdamaian dan istirahat yang kita rasakan dalam hubungan setiap hari dengan Yesus bukanlah hasil pekerjaan kita tetapi hasil pekerjaanNya di kayu salib.
Kita dapat beristirahat dalam Tuhan karena keselamatan kita sudah dijamin. Jaminan tersebut memotivasi kita untuk lebih banyak menghabiskan waktu bersama Kristus tiap-tiap hari, dikenyangkan dengan Firman Tuhan dan hidup dalam suasana surga melalui doa. Pertemuan dengan Yesus menolong kita untuk mengubah hidup yang penuh dengan tekanan menjadi hidup yang damai dan penuh dengan makna yang sejati.

3. HUBUNGAN MINGGUAN BERSAMA YESUS

Setelah Kristus menyelesaikan pnciptaan bumi dalam 6 hari (Kolose 1:16-17), Ia menyediakan peristirahatan pada hari Sabat. Ini kesempatan kita setiap minggu untuk lebih berhubungan erat dengan-Nya.
"Maka Allah melihat semua yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan perkerjaan yang dibuat-Nya itu. BERHENTILAH Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang dibuat-Nya itu. Lalu Allah MEMBERKATI hari ketujuh itu dan MENGUDUSKANNYA, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu." - Kejadian 1:31-2:3.
Sebagai Pencipta, Yesus beristirahat pada hari Sabat pertama dengan Adam dan Hawa, dan Ia "memberkati" hari Sabat dan "menguduskannya." Tuhan menetapkan siklus per-tujuh hari, bukan untuk kebaikan diri-Nya, tapi untuk Adam dan Hawa dan untuk kita sekarang. Karena Dia begitu mengasihi umat ciptaanNya, Dia merancang tiap-tiap hari Sabat untuk seumur hidup mereka menjadi hari khusus untuk datang berhubungan dengan-Nya. Tiap hari Sabat, demikian disebutNya, adalah hari untuk istirahat badani dan penyegaran rohani. Dengan masuknya dosa ke dalam dunia, peristirahatan Sabat menjadi lebih penting.
Penebus yang sama yang telah memberikan hari Sabat perhentian kepada Adam dan Hawa, pada dua ribu tahun kemudian juga memberikan hukum kepada Musa di Gunung Sinai (1 Korintus 10:1-4). Yesus memilih untuk menempatkan perintah istirahat Sabat sebagai pusat 10 perintah Tuhan. Perintah ke Empat berbunyi
"INGATLAH DAN KUDUSKANLAH HARI SABAT. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN Allahmu; maka janganlah melakukan suatu pekerjaan, engkau ataupun anakmu laki-laki atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang ditempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN mejadikan langit dan bumi- laut dan segala isinya dan Ia BERHENTI pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN MEMBERKATI hari Sabat dan MENGUDUSKANNYA." - Keluaran 20:8-11.
Tuhan Allah menetapkan Hari Sabat sebagai hari untuk 'mengingat' Tuhan yang "menciptakan langit dan bumi." Peristirahatan Hari Sabat tiap-tiap minggu menghubungkan kita ke Pencipta yang telah memberkati dan mengkhususkannya.
Ketika Yesus hidup di dunia, Ia memanfaatkan setiap kesempatan untuk memelihara kesatuan dengan Allah Bapa. Yesus memanfaatkan peristirahatan Sabat dengan cara berbakti pada hari Sabat, seperti Lukas menuturkan
"Ia datang ke Nazaret tempat Ia dibesarkan, dan menurut KEBIASAN-NYA PADA HARI SABAT Ia masuk kerumah Ibadat." - Lukas 4:16.
Kalau Yesus yang adalah Tuhan dan manusia membutuhkan peristirahatan di dalam kehadiran Allah Bapa di hari Sabat, kita sebagi manusia juga pasti membutuhkan lebih. Ketika Yesus mengesampingkan larangan-larangan hukum yang diberlakukan oleh orang Yahudi dalam melaksanakan hari Sabat (Matius 12:1-12), Ia menekankan bahwa Tuhan telah menjadikan hari Sabat untuk kebaikan manusia:
"Lalu kata Yesus kepada mereka; 'hari Sabat dijadikan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia juga Tuhan atas hari Sabat.'" - Markus 2:27, 28.
Yesus menekankan pentingnya hari Sabat juga pada kematian-Nya. Dia mati pada hari Jumat, "hari itu adalah hari persiapan dan Sabat hampir mulai" (Lukas 23:54). Pada saat Yesus menyatakan 'sudah selesai', ini menyatakan misi kedatangan-Nya ke dunia ini dan mati sebagai ganti umat manusia sudah selesai (Yohanes 19:30; 4:34; 5:30). Sebagai perayaan atas selesai atas misi-Nya, Yesus berisitirahat di kubur pada hari Sabat.
Sama seperti Kristus menyelesaikan tugas penciptaan pada hari ke-enam dan kemudian beristirahat pada hari ke-tujuh, maka dengan mati di kayu salib Ia menyelesaikaan tugas penebusan pada hari ke-enam dan kemudian beristirahat pada hari ke-tujuh.
Pada hari Minggu pagi Yesus keluar dari kubur, Juruselamat yang menang (Lukas 24:1-7). Dia sudah memerintahkan murid-muridNya untuk tetap memelihara hari Sabat sesudah kebangkitan-Nya. Ketika berbicara tentang runtuhnya kota Jerusalem, yang terjadi hampir 40 tahun sesudah kematian-Nya, Ia mengingatkan mereka;
"Berdoalah, supaya waktu kamu melarikan diri itu jangan jatuh pada musim dingin atau pada hari Sabat." - Matius 24:20.
Juru selamat kita menginginkan murid-murid dan pengikut-Nya untuk terus memelihara kebiasaan yang telah diajarkanNya kepada mereka (Yohanes 15:15, 16). Ia menginginkan mereka untuk mengalami peristirahatan penebusan dan peristirahatan hari Sabat. Mereka tidak mengecewakan-Nya. Murid-murid tetap melanjutkan untuk memelihara hari Sabat sesudah kematian Yesus (Lukas 23:54-56; Kisah 13:14; 16:13; 17:2; 18:1-4).
Rasul yang sangat dikasihi Yesus, yaitu Yohanes, memelihara hubungan mingguannya dengan Kristus juga pada hari Sabat. Pada tahun-tahun berikutnya ia menulis "Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh (Wahyu 1:10). Yesus berkata "Hari Tuhan" adalah hari Sabat "karena Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat" (Matius 12:8).
Pada hari Sabat kita merayakan dua hal yang Tuhan sudah lakukan demi kita: menciptakan dan menyelamatkan kita. Pengalaman hari Sabat akan terus berlanjut di Surga "sebab sama seperti langit yang baru dan bumi yang baru yang akan Kujadikan itu, tinggal tetap dihadapan-Ku demikianlah firman Tuhan.. dan Sabat berganti Sabat maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah dihadapan-Ku firman Tuhan (Yesaya 66:22).
4. MANFAAT PERISTIRAHATAN HARI SABAT

Orang-orang pada masa sekarang ini berjuang keras dalam hidup yang sulit. Tiap-tiap orang kelelahan. Keluarga berantakan tertekan. Tetapi Allah menyediakan Sabat menjadi sarana untuk kehidupan yang jauh lebih baik. Marilah kita lihat beberapa manfaat peristirahatan hari Sabat :

(1) Sabat merupakan peringatan yang suci tentang penciptaan, dan dengan menjaga kekudusannya kita mendirikan peringatakan bagi Pencipta kita. Waktu kudus ini memberikan kesempatan indah bagi kita untuk kembali ke akar hubungan kita dengan Tuhan. Kapankah kali terakhir anda bersama keluarga datang melihat dan menikmati alam, tengelam di rimbunnya hutan atau duduk menikmati arus air di sungai yang berbatu. Hari Sabat memberikan kesempatan bagi kita untuk duduk bersama Yesus dan larut dengan indahnya alam ciptaan-Nya

(2) Pada hari Sabat kita merasakan kegembiraan datang memuji dan merasakan kasih persaudaraan kristiani. Ada manfaat memuji Tuhan bersama saudara seiman. Hari sabat merupakan kesempatan bagi kita untuk datang bersama sebagai kesatuan 'tubuh' Kristus dan menyegarkan kembali kerohanian kita.

(3) Hari Sabat juga menyediakan kesempatan bagi kita untuk melakukan kebaikan. Apakah ada tetangga kita yang sakit yang selama minggu bekerja kita tidak sempat kita lawat? Ketika seorang teman membutuhkan telinga yang mau mendengar karena ditinggal mati oleh suaminya, apakah tekanan hidup membuat anda semakin jauh dari kesempatan mengasihi teman anda? Yesus memberikan nasihat 'karena itu bolehlah berbuat baik pada hari Sabat' (Matius 12:12).

(4) Hari Sabat juga hari untuk menguatkan kembali ikatan tali kekeluargaan. Ketika Kristus memerintahkan "Jangan kamu melakukan pekerjaanmu (pada hari Sabat)" (Keluaran 20:10), Dia tidak dapat memberikan resep yang lebih baik bagi Ayah yang kecanduan kerja dan Ibu yang penuh dengan tekanan. Hari Sabat menjadi tanda yang besar untuk BERHENTI. Hentikanlah hal-hal mendesak mengerumuni hal yang terpenting. Hari Sabat merupakan satu hari ketika kita dapat melepaskan tekanan hidup menjadi doa, pekerjaan menjadi sukacita, jadual yang ketat dengan renungan yang tenang. Peristirahatan hari Sabat menjadi waktu yang tepat bagi seluruh keluarga untuk datang berhubungan dengan Kristus dan menerima kekuatan rohaniNya.

(5) Hari Sabat juga merupakan waktu bagi kita untuk datang lebih dekat kepada Yesus. Tiap hubungan memerlukan waktu yang berkualitas, hubungan dengan Yesus juga tidak terkecuali. Menyediakan waktu secara pribadi selama satu hari dalam satu minggu merupakan cara yang baik bagi kita untuk menjaga persahabatan kita dengan Dia tetap segar dan menggembirakan. Hari Sabat memberikan kita waktu tambahan untuk berdoa dan mempelajari Alkitab, waktu tambahan bersama Kristus di tempat tenang dan mendengarkan Dia. Yesus "memberkati hari yang ketujuh dan menguduskannya" dengan janji bahwa Ia akan hadir bersama kita (Kejadian 2:3). Anda dapat mengerti mengapa pentingnya memelihara hari Sabtu, hari yang ketujuh dalam satu minggu adalah hari Sabat, karena hari itu adalah hari yang disediakan oleh Kristus pada hari penciptaan untuk berkomunikasi dengan kita dengan cara yang istimewa. Ketika Yesus menjadikan Sabat, tampaknya Ia sudah dapat memikirkan generasi kita sekarang. Sabat merupakah hal yang benar-benar kita butuhkan di jaman sekarang yang penuh tekanan ini: satu hari di mana kita benar-benar berhenti dari segala sesuatu. Satu hari untuk memuji Tuhan, datang kembali dekat dengan ciptaan, dan memusatkan pikiran kita kepada hubungan bukan dengan materi.
5. BAHAGIAN KECIL DARI PERISTIRAHATAN SURGA
Kita dapat menyimpulkan keuntungan yang didapat dalam berhubungan dengan Yesus setiap hari dan setiap minggu dalam satu kata 'istirahat. Kata 'sabat' berasal dari bahasa Ibrani yang berarti Istirahat, oleh sebab itu bukanlah hal mengherankan bila Alkitab menyebut hari yang ketujuh 'sabat perhentian' (Imamat 23:3).
Tuhan telah berbicara tentang hari yang ketujuh dalam ayat ini: "dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya"... JADI MASIH TERSEDIA SUATU HARI PERHENTIAN, HARI KETUJUH, BAGI UMAT ALLAH;... karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk kedalam perhentian itu, (Ibrani 4:4-11).
Merasakan 'Perhentian hari Sabat' memberikan kita setiap minggu sebagian kecil dari kegembiraan yang akan kita terima dalam peristirahatan surga yang sempurna. Istirahat ini bukan hanya tidak melakukan segala aktifitas kita, peristirahatan ini berarti rasa aman, damai dan kesempurnaan yang bersumber dari kekayaan hidup yang sesungguhnya. Peristirahatan rohani ini dapat kita rasakan manfaatnya hanya melalui pengalaman. Kesaksian dari tiap-tiap orang yang merasakan janji keselamatan dan peristirahatan Sabat sangat universal: "Kalau anda memasuki peristirahatan bersama Yesus secara harian dan mingguan, anda akan menemukan kebahagaian yang sejati dalam hidup anda."
Apakah anda mau berterima kasih kepada Yesus atas berkat peristirahatan yang diberikanNya ini? Apakah anda mau berterima kasih atas janji keselamatan yang diberikan untuk memberi kekuatan anda dalam menghadapi segala tantangan kesehari-harian anda dan janji peristirahatan Sabat untuk mengokohkan hubungan anda dengan-Nya? Apabila anda belum penah menjalankannya, maukah anda menerima tawaran keselamatan-Nya? Maukah anda mengatakan kepada-Nya kalau anda bersedia memelihara hari Sabat tiap-tiap minggu? Maukah anda mengatakan, "Baiklah Tuhan! Saya ingin menemukan kesukaan atas hari yang Engkau sudah tetapkan." Mengapa tidak mengambil keputusan sekarang?
[Mungkin anda bertanya-tanya siapa yang mengubah hari Sabat dari hari Sabtu, hari yang ketujuh dalam satu minggu, menjadi hari Minggu, hari pertama dalam satu minggu? Kapan perubahan ini dilakukan? Apakah Tuhan memberi wewenang dalam perubahan ini? Pertanyaan ini akan dijawab di dalam Panduan 21].

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Kamis, 02 Desember 2010

RAHASIA KEBAHAGIAAN

Pada tahun 1943, tentara pendudukan Jepang mengirim ratusan "musuh nasional" Amerika dan Eropa ke tempat penampungan di Propinsi Shantung di Cina. Selama berbulan-bulan mereka harus menahan kebosanan, frustrasi, kepadatan yang berlebihan, dan ketakutan. Pertentangan kepribadian timbul, kemarahan meledak. Beraneka macam pertengkaran picik.
Tetapi menurut catatan seorang tawanan, ada seorang pria yang "tanpa diragukan lagi adalah seorang yang sangat didambakan, dihormati dan dicintai", Eric Liddell, seorang misionaris dari Skotlandia.
Seorang pelacur dari Rusia belakangan mengenang bahwa Liddell adalah satu-satunya pria yang mau melakukan sesuatu untuknya tanpa menginginkan bayaran setimpal. Saat ia pertama kali tiba di tahanan, sendiri dan dihina, Liddell membuatkan rak baginya.
Tawanan yang lain mengatakan bahwa,"Ia memiliki ketenangan, cara yang penuh humor untuk menghadapi kemarahan yang menggebu-gebu." Pada salah satu pertemuan yang penuh amarah dari para tahanan, semua orang menginginkan agar seseorang mau melakukan sesuatu kepada anak-anak remaja yang bermasalah. Liddell memecahkan masalah tersebut. Dia mengadakan bermacam olahraga, bermacam ketrampilan dan kelas-kelas untuk anak-anak, dan mulai menghabiskan waktu malamnya bersama mereka.
Liddell mendapatkan kemasyuran dan pujian pada Olimpiade tahun 1924, mendapat medali emas pada lomba lari 400 meter. Tetapi pada saat yang tegang lainnya ia juga menunjukkan dirinya sebagai seorang pemenang dalam perlombaan Kristiani, yang dikagumi oleh hampir semua tahanan duniawi.
Apa yang membuat dia begitu istimewa? Anda dapat menemukan rahasianya setiap jam 6 pagi hari. Itulah saat dia berjalan berjingkat-jingkat melewati teman-temannya yang sedang tidur, duduk di meja, dan menyalakan sebuah lampu kecil untuk menerangi buku catatan dan Alkitabnya. Eric Liddell mencari anugerah dan kekuatan setiap hari dari kekayaan firman Tuhan Allah.

1. BUKU PENUNTUN GAYA HIDUP UMAT KRISTEN

Alkitab ditulis sebagai buku penuntun bagi umat Kristen. Alkitab penuh berisikan cerita-cerita mengenai orang-orang seperti kita yang telah mengalami tantangan yang sama seperti apa yang kita alami setiap hari. Mengenal tokoh-tokoh dalam Alkitab, sukacinta dan penderitaaan mereka, masalah dan kesempatan yang mereka alami-- dapat menolong kita bertumbuh dewasa sebagai orang Kristen.
Mazmur Daud menggambarkan ketergantungan kita setiap hari kepada firman Allah yang dibandingkan dengan lampu penerang (lampu senter):

"FirmanMu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku." - Mazmur 119:105. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab di dalam panduan DISCOVER ini berasal dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, diterbitkan oleh Lembaga Alkitab Indonesia).

Terang yang kita dapatkan setiap hari dari Alkitab memperjelas kualitas yang kita butuhkan di dalam kehidupan kita dan prinsip-prinsip dari pertumbuhan kerohanian kita. Di atas segalanya, Alkitab memperkenalkan kita dengan Yesus, Terang Dunia. Hidup akan berarti hanya jika Yesus bersinar di dalamnya.

2. PERSAHABATAN YANG MENGUBAHKAN
Kristus menginginkan agar Alkitab dapat menjadi nyata bagi anda sama seperti surat pribadi dari seorang sahabat.

"Aku memanggil kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari BapaKu." - Yohanes 15:15.

Yesus menginginkan yang terbaik bagi kita. PerkataanNya membawa kita ke dalam lingkaran ke-Allahan: mereka yang Ia ceritakan rahasianya dan diajar secara pribadi.

"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam aku." - Yohanes 16:33.

Untuk dapat memperoleh damai sejahtera, dan hubungan yang baik dengan Kristus tersebut, kita perlu membaca surat yang dikirimkanNya untuk kita. Itulah apa yang ada dalam Alkitab: surat dari surga. Jangan biarkan surat-surat tersebut tidak dibuka. Berita yang mengubahkan yang anda butuhkan ada pada firman tersebut. Di sini ada salah satu kesaksian tentang pengaruh Alkitab: "Saya membutuhkan pertolongan, dan saya menemukannya di dalam Yesus. Saya percaya Yesus karena Ia bagi saya adalah seorang Juruselamat. Saya percaya Alkitab karena saya telah menemukan didalamnya suara dari Allah untuk jiwa saya." The Ministry of Healing, hlm. 461.
3. PENUNTUN KEPADA KEHIDUPAN DI DALAM ALKITAB DAN SEPULUH PERINTAH

Jikalau kita melihat secara sekilas kepada Sepuluh Perintah, kita akan mengerti mengapa Sepuluh Perintah dan Alkitab adalah dasar yang tidak dapat diabaikan untuk hidup benar.
Sepuluh Perintah ini pada dasarnya dibagi ke dalam dua bagian. Empat bagian yang pertama menegaskan hubungan kita dengan Tuhan Allah dan enam bagian yang terakhir menegaskan hubungan kita dengan sesama manusia. Ini dapat dilihat dalam Keluaran 20:3-17.
Dua perintah yang pertama menggambarkan hubungan kita dengan Allah dan penyembahanNya.
I. Jangan ada padamu Allah lain dihadapanKu.
II. Jangan membuat bagimu patung ... jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya ....
Perintah ke 3 dan 4 menggambarkan hubungan kita dengan nama Allah dan hari yang disucikanNya.
III. Jangan kamu menyebut nama Tuhan Allahmu dengan sia-sia
IV. Ingatlah dan kuduskanlah hari sabat. Enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari sabat Tuhan, Allahmu...
Perintah ke 5 dan 7 menjaga tali kekeluargaan.
V. Hormatilah ayahmu dan ibumu...
VII. Jangan berzinah
Perintah ke 6, 8, 9 dan 10 melindungi kita dalam hubungan sosial kita.
VI. Jangan membunuh
VIII. Jangan mencuri
IX. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
X. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini istrinya ... atau apapun yang dipunyai sesamamu.
Kesepuluh perintah Allah menegaskan hubungan kita dengan Allah dan sesama manusia. Inilah tonggak penunjuk jalan dari cara hidup umat Kristen.

4. APA YANG YESUS KATAKAN MENGENAI SEPULUH PERINTAH

Suatu hari saat Yesus sedang mengajar, seorang muda yang bersemangat bergegas datang kepadaNya dan bertanya, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Matius 19:16). Yesus dapat melihat bahwa anak muda tersebut sedang bergulat dengan masalah keuangan dan menyarankan kepadanya agar meninggalkan hartanya dan "menurut hukum Allah" (ayat 17).
Anak muda tersebut berusaha untuk mengenyampingkan anjuran Yesus tentang masalahnya dengan menanyakan hukum yang mana yang Yesus bicarakan. Yesus memberikan beberapa daftar dari Sepuluh Perintah (ayat 18, 19).

Akhirnya, anak muda yang kaya dan berkuasa itu meninggalkan Yesus dengan sedih (ayat 20-22). Ia dapat memberikan persetujuan secara mental kepada Sepuluh Perintah, tetapi ia tidak dapat menuruti roh dari hukum tersebut dengan menelantarkan sifat mementingkan dirinya sendiri. Sepuluh Perintah menunjukkan kepada kita batasan dimana hubungan sehat kita dengan Allah dan sesama kita dapat bertumbuh. Yesus menunjukkan kepada ketaatan sama seperti jalan menuju kegembiraan:

"Jikalau kamu MENURUTI PERINTAHKU, kamu akan tinggal di dalam kasihKu, seperti Aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal di dalam kasihNya. SEMUANYA ITU KUKATAKAN KEPADAMU SUPAYA sukacitaKu ada didalam kamu dan SUKACITAMU MENJADI PENUH." - Yohanes 15:10, 11.

5. PENUNTUN KEPADA HIDUP YANG BERBAHAGIA

Buku Pengkhotbah merupakan laporan tentang bagaimana Raja Salomo mencari kebahagiaan. Raja Salomo mencatat pencarian kebahagiaannya dari kekayaan dunia: rumah-rumah yang bagus, kebun anggur yang produktif, taman-taman yang indah, dan kebun buah-buahan dengan buah-buah yang lezat. Dia menggandakan pelayan-pelayannya. Dia mendapatkan dirinya dikelilingi oleh setiap benda-benda materi yang mungkin diingini setiap manusia. Tetapi kebahagiaan jauh darinya, dan ia menulis:

"Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin." - Pengkhotbah 2:11.

Salomo kemudian berbalik untuk mencari kesenangan dunia ini dengan harapan akan mendapatkan kebahagiaan. Ia melakukan ini dengan cara meminum anggur, wanita-wanita dan lagu. Kesimpulan yang dibuatnya:

"Kesia-siaan! Kesia-siaan!... segala sesuatu adalah sia-sia!" - Pengkhotbah 12:8.

Salomo pernah merasakan dan melihat bahwa Allah itu baik. Saat ia membandingkan awal kehidupannya yang taat kepada Allah dengan pengejarannya yang sembrono atas kebahagiaan dalam hal-hal dosa, dia mengambil keputusan:

"Akhir kata dari semua yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintahNya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." - Pengkhotbah 12:13

Salomo merasakan bahwa ia bisa mendapatakan sebuah jalan pintas kepada kebahagiaan di dalam kehidupan yang bebas. Mendekati saat akhir hidupnya, dia cukup tegar untuk mengakui kesalahannya. Untuk menyelamatkan orang lain dari kesalahan yang sama, ia menulis,

"Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum." - Amsal 29:18.

6. SEPULUH PERINTAH ADALAH SUATU PENUNTUN PERJANJIAN BARU YANG SANGAT DIPERLUKAN

Dalam Perjanjian Baru, Yakobus bersaksi: "Sebab itu barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagain dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya. Sebab Ia yang mengatakan: 'Jangan berzinah', Ia mengatakan juga: 'Jangan membunuh.' Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga. Berkatalah dan berlakulah seperti orang-orang yang akan dihakimi oleh hukum yang memerdekakan orang." - Yakobus 2:10-12.

Charles Spurgeon, seorang pengkhotbah gereja Baptis yang hebat dari abad yang lalu, menyatakan: "Hukum Allah adalah hukum yang bersifat ketuhanan "suci, surgawi, sempurna.... Tidak ada perintah yang terlalu banyak, tidak ada yang terlalu sedikit, tetapi sangat tidak ada bandingannya bahwa kesempurnaannya membuktikan sifat ketuhanannya."
John Wesley, salah satu pendiri gereja Methodist menuliskan ini tentang keabadian alamiah dari hukum: "Hukum moral didapati dalam Sepuluh Perintah ... Dia [Kristus] tidak menghapuskannya.... Semua bagian dari hukum ini harus tetap diberikan kepada semua manusia dan pada segala zaman." - Sermons, Vol.1, hlm.221, 222.
Billy Graham, pengabar Injil yang paling dihormati di dunia, sangat menjunjung tinggi Sepuluh Perintah sehingga ia menuliskan keseluruhan buku mengenai pentingnya Sepuluh Perintah dengan orang Kristen.

7. KUASA UNTUK MENURUT

Alkitab dan Sepuluh Perintah adalah suatu yang tidak dapat diubah, sangat diperlukan, penuntun yang sempurna kepada hidup bahagia. Tetapi hati tetap ingin melawan. Seorang wanita mengekspresikannya sebagai berikut: "Saya percaya Sepuluh Perintah adalah berlaku, saya yakin bahwa memeliharanya menuntun kepada kebahagiaan. Saya telah mencoba sebisa mungkin untuk memeliharanya, tetapi saya tidak dapat melakukannya. Saya akhirnya mulai percaya bahwa tidak ada orang yang dapat memeliharanya juga."
Kecenderungan alamiah seseorang ialah untuk mencoba menjalankan kehidupan yang taat kepada perintah Allah. Tetapi menjawab usaha tersebut diatas, berulang-ulang dari hati seseorang yang paling gelap keluar tanggapan yang frustrasi, "Saya tidak dapat menurut!" Kenapa? Karena:

"Sebab keingingan daging adalah perseteruan dengan Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya." - Roma 8:7.

Apakah tujuan dari Sepuluh Perintah itu?

"Melalui hukum Taurat orang mengenal dosa." - Roma 3:20.

Fungsi dari hukum adalah untuk menuntun kita menyadari sepenuhnya bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak ada harapan yang membutuhkan seorang Penyelamat.

"Jadi hukum Taurat adalah penuntun bagi kita sampai Kristus datang, supaya kita dibenarkan karena iman." - Galatia 3:24.

Yesus adalah jawabannya! Saat kita berada di kaki Yesus dalam keadaan yang sama sekali tak tertolong, dengan iman kita dapat menerima pengampunan dosa kita dan kekuatan dari Dia untuk menuruti perintahNya.

8. PENURUTAN PENUH KASIH KEPADA SEPULUH HUKUM

Yesus berkata kepada kita bahwa penurutan adalah hasil dari kasih:

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintahKu." - Yohanes 14:15.

Jika kita mengasihi Allah, kita akan menuruti empat hukum yang pertama yang mana menerangkan hubungan kita dengan Allah; dan jika kita mengasihi sesama manusia, kita akan mentaati enam hukum yang terakhir yang menerangkan hubungan kita dengan sesama.
Orang yang menginjak-injak Sepuluh Perintah adalah berdosa:

"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran Hukum Allah." - 1 Yohanes 3:4.

Tetapi syukur kepada Tuhan, kita mempunyai seorang Juru Selamat yang datang ke dunia ini dan mati, dibangkitkan, dan sekarang hidup dengan satu tujuan:

"Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diriNya, SUPAYA IA MENGHAPUS SEGAL DOSA, dan di dalam Dia tidak ada dosa." - Ayat 5.

Juru Selamat kita mengampuni dan menyucikan kita dari segala kejahatan (1 Yohanes 1:9). Dia lalu berjanji akan memberikan kepada kita kasihNya untuk mengasihi dengan penangkal kepada kehidupan yang mementingkan diri sendiri dan dosa:

"ALLAH TELAH MENCURAHKAN KASIHNYA KE DALAM HATI KITA oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita." - Roma 5:5.

Kita tidak memiliki pembawaan dari dalam untuk dapat memelihara hukum Allah. Kasih Allah "dicurahkan... dalam hati kita" adalah satu-satunya harapan kita.
9. ANUGERAH ALLAH DAN PENURUTAN KEPADA HUKUM

Keselamatan adalah suatu anugerah. Kita tidak dapat mencarinya. Kita hanya dapat menerimanya dengan iman. Kita menerima pembenaran (berdiri benar bersama dengan Allah) sebagai suatu pemberian, semata-mata melalui iman karena kemurahan Allah.

"Sebab oleh karena KASIH KARUNIA KAMU DISELAMATKAN oleh IMAN; itu bukan hasil usahamu, tetapi PEMBERIAN ALLAH. Itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada yang memegahkan diri." - Efesus 2:8, 9.

Kita tidak dapat mentaati perintah melalui usaha kita sendiri. Kita tidak dapat menuruti perintah supaya diselamatkan. Tetapi saat kita datang kepada Yesus dengan iman dan penyerahan dan diselamatkan, kasihnya mengisi hati kita. Sebagai hasil dari anugerah ketuhanan dan penerimaan ini, kita berkeinginan untuk mengikuti Dia dan taat kepadaNya melalui kuasa kasihNya di dalam hati kita (Roma 5:5). Paulus menekankan kegagalan dari usaha manusia dan menunjukkan bahwa kita tidak berada di bawah hukum sebagai jalan kepada keselamatan, tetapi "di bawah Kasih Karunia."
"Apakah kita akan berbuat dosa, karena kita tidak berada di bawah hukum Taurat, tetapi di bawah kasih karunia? Sekali-kali tidak." - Roma 6:15.
Mengapa? Karena hati yang terdorong oleh kasih menghasilkan kehidupan yang mencintai penurutan! (Roma 13:10). Mencintai Kristus berarti menurutiNya:

"Barang siapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku." - Yohanes 14:21.

Eric Liddell menunjukkan bahwa, meskipun dalam situasi yang terburuk sekalipun, umat percaya yang terhubungkan dengan kekuatan Allah dapat hidup puas, hidup dalam penurutan. Liddel menunjukkan suatu anugerah yang menarik pada saat tertekan dan ketakutan. Hubungan kasihnya dengan Kristus menguatkannya dengan Roh Kudus, dan menyanggupkan dia untuk bertemu "suatu kebenaran yang dituntut dari hukum" (Roma 8:1-4). Suatu hubungan kasih dengan Juru Selamat yang disalibkan dan bangkit dapat menghasilkan kualitas hidup seperti itu.
Sudahkah anda menemukan rahasia ini untuk diri anda sendiri? Kasih Yesus kepada anda menyebabkanNya memberikan hidupNya untuk dosa anda. Dia menawarkan untuk menguatkan semua hubungan anda dengan kasihNya dan untuk "melengkapi anda dengan semua yang baik untuk melakukan kehendakNya" (Ibrani 13:21). Apakah tanggapan anda?

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Rabu, 01 Desember 2010

RAHASIA DOA YANG DIJAWAB

Anatoli Levitin, seorang penulis dan ahli sejarah Rusia, menghabiskan hidupnya bertahun-tahun di Gulag Siberia di mana doa-doa kepada Tuhan mungkin sudah membeku di tanah. Namun ia kembali dengan keadaan kerohanian yang baik. Ia menulis, "Keajaiban yang terbesar adalah doa-doa." Saya hanya perlu berbalik secara mental kepada Tuhan, dan pada saat itu saya merasakan sebuah kekuatan dicurahkan kepada saya dari suatu tempat, masuk ke dalam jiwa saya, seluruh tubuh saya. Apakah itu? Di manakah saya berada, seorang tua yang biasa-biasa saja, yang sudah lelah menempuh perjalanan kehidupan, mendapatkan kekuatan yang memperbaharui dan menyelamatkan saya, dan mengangkat saya di atas bumi? Itu semua datang dari luar diri saya "dan tidak ada kekuatan di dunia ini yang dapat melawannya." Dalam penuntun ini kita akan melihat bagaimana doa dapat menolong kita membangun hubungan yang lebih erat dengan Tuhan dan memupuk kehidupan kekristenan kita.
1. PERCAKAPAN DENGAN TUHAN
Bagaimana kita bisa yakin Tuhan mendengar doa kita?
"Dan apabila kamu berseru dan datang untuk BERDOA KEPADAKU, maka AKU AKAN MENDENGARKAN KAMU; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati." - Yeremia 29-12, 13. (Kecuali disebutkan secara khusus, semua ayat Alkitab di dala Panduan DISCOVER ii diambil dari Alkitab berbahasa Indonesia Terjemahan Baru, terbitan Lembaga Alkitab Indonesia).
Jaminan apa yang Yesus berikan bahwa Ia akan mendengar dan menjawab doa kita?

"Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." - Lukas 11:9.

Doa merupakan komunikasi dua arah. Itu sebabnya Yesus berjanji:

"Lihat, Aku beridiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku." - Wahyu 3:20.

Bagaimana kita bisa duduk dengan nyaman, bercakap-cakap dan menikmati santapan malam bersama Kristus? Pertama, dengan mencurahkan segala sesuatu yang ada dalam hati kita di dalam doa. Kedua, mendengar dengan seksama. Pada saat bermeditasi dalam doa, Allah dapat berbicara langsung kepada kita. Dan dalam membaca dan merenungkan firmanNya, Allah akan berbicara kepada kita melalui lembaran-lembaran itu. Doa dapat menjadi jalan kehidupan bagi orang Kristen.
"BERDOA TANPA BERKESUDAHAN; Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu." - 1 Tesalonika 5:16-18.

Bagaimana kita dapat berdoa "tanpa berkesudahan"? Apakah kita harus terus berlutut sepanjang hari atau terus mengulangi pujian dan
permohonan kita? Tentu saja tidak. Namun kita harus hidup dekat dengan Yesus dan tidak sungkan berbicara denganNya kapan saja, di mana saja. "Dalam kebisingan di jalan, di tengah pekerjaan bisnis, kita dapat menaikkan permohonan kita kepada Tuhan dan meminta bimbinganNya... Kita harus terus membuka pintu hati dan mengundang kehadiran Yesus dan tinggal sebagai tamu surgawi di hati kita." Steps to Christ halaman 99. Salah satu cara terbaik untuk mengembangkan hubungan akrab adalah dengan belajar melakukan renungan pada saat kita berdoa.

"Biarlah renunganku manis kedengaran kepadaNya! Aku hendak bersukacita karena Tuhan." - Mazmur 104:34.

Jangan terburu-buru dengan daftar permintaan saat berdoa. Tunggu. Dengar. Perenungan kembali dalam doa akan sangat memperkaya hubunganmu dengan Tuhan.

"Mendekatlah kepada Allah dan Ia akan mendekat kepadamu." - Yakobus 4:8.

Semakin dekat kita datang kepada Yesus, semakin mampu kita merasakan kehadiranNya. Karena itu tetaplah berbicara dengan Yesus dan jangan kuatir tentang mencari kata-kata yang tepat. Berbicaralah dengan jujur dan terbuka. Bicarakan segala sesuatu. Ia sudah merasakan penderitaan dan kematian itu sendiri seperti untuk dapat menjadi sahabatmu.
2. BAGAIMANA CARA BERDOA
Saat kita berdoa, kita dapat mengikuti Doa Bapa Kami, doa yang diajarkan Yesus kepada murid-muridNya ketika menjawab permintaan mereka: "Ajarilah kami berdoa."
"Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah namaMu, datanglah KerajaanMu, jadilah kehendakMu di bumi seperti di surga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin." - Matius 6:9-13.

Sesuai pola yang diberikan Yesus di dalam doaNya, kita datang kepada Tuhan yang adalah Bapa kita yang di surga. Minta kepadaNya untuk menguasai hati kita sebagaimana Ia menguasai surga. Kita mencari Dia karena kebutuhan fisik, pengampunan, dan tingkah laku yang penuh pengampunan. Ingatlah bahwa kemampuan kita untuk melawan dosa datang dari Tuhan. Doa Tuhan Yesus ditutup dengan pujian.
Dalam kesempatan lain Yesus mengajarkan murid-muridNya untuk berdoa kepada Bapa "dalam namaKu" (Yohanes 16:23), yang berarti berdoa sejalan dengan prinsip-priinsip Yesus. Itu sebabnya orang Kristen biasanya menutup doa mereka dengan kata-kata: Dalam nama Yesus, Amin. Amin berasal dari Bahasa Ibrani yang berarti "biarlah jadi demikian."
Walaupun Doa Bapa Kami memberikan tuntunan untuk berdoa dan bagaimana membuat doa, komunikasi kita dengan Tuhan bekerja optimal apabila keluar dari hati kita. Kita dapat mendoakan segala sesuatu. Allah mengundang kita untuk pengampunan dosa kita (1 Yohanes 1:9), menguatkan iman (Markus 9:24), keperluan hidup (Matius 6:11), menyembuhkan dari penderitaan dan penyakit (Yakobus 5:15), dan kecurahan Roh Kudus (Zakaria10:1). Yesus menjamin bahwa kita dapat membawa semua kebutuhan dan kekhawatiran kita kepadaNya; tidak ada hal yang terlalu kecil untuk didoakan.

"Serahkanlah segala kekuatiranmu kepadaNya, sebab ia yang memelihara kamu." - 1 Petrus 5:7.

Juru Selamat kita berminat dengan segala detail kehidupan kita. HatiNya menjadi hangat saat hati kita datang kepadaNya dalam kasih dan iman.
3. DOA PRIBADI

Kebanyakan dari kita mempunyai hal-hal yang enggan kita ceritakan bahkan dengan sahabat terdekat kita. Nah, Allah mengundang kita untuk menghilangkan beban diri sendiri dalam doa pribadi: hati ke hati dengan Allah. Tidak berarti bahwa Allah tidak memerlukan informasi. Allah Yang Maha Tahu mengetahui ketakutan yang tak terungkap, motif yang tersembunyi, dan luka yang terkubur - lebih dalam dari yang kita ketahui. Tetapi kita harus membuka hati kita kepadaNya yang mengetahui kita dengan akrab dan mengasihi kita tanpa berkesudahan. Penyembuhan dapat dimulai pada saat Yesus menyentuh luka kita. Pada saat kita berdoa, Yesus, Imam Besar kita, ada dekat untuk menolong kita:

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya SAMA DENGAN KITA, IA TELAH DICOBAI, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rakhmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." - Ibrani 4:15, 16.

Apakah anda merasa cemas, tertekan, berdosa? Serahkan semua itu kepada Tuhan. Ia dapat memenuhi segala kebutuhan kita. Perlukah kita mempunyai tempat khusus untuk doa pribadi?
"Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." - Matius 6:6.

Sebagai tambahan - berdoa pada saat berjalan di jalan bekerja, atau menikmati acara sosial, setiap orang Kristen harus mempunyai waktu yang dipisahkan setiap hari untuk doa pribadi dan mempelajari Alkitab. Buatlah janji pertemuan harian dengan Tuhan pada waktu engkau merasa paling siap dan dapat berkonsentrasi penuh.
4. DOA BERSAMA
"Bergabung dengan orang lain dalam doa menciptakan ikatan khusus dan mengundang kuasa Tuhan dalam cara khusus. "Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam NamaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." - Matius 18:20.

Salah satu hal terbesar yang dapat kita lakukan di dalam keluarga adalah untuk mengembangkan kehidupan doa bersama. Tunjukkan kepada anak-anak bahwa kita dapat membawa kebutuhan kita kepadaNya langsung. Mereka akan senang mengetahui Tuhan sebagaimana Ia menjawab doa dalam kehidupan sehari-hari. Buatlah kebaktian keluarga yang menyenangkan, waktu untuk berbagi bersama-sama yang menyegarkan.
5. TUJUH RAHASIA DOA YANG DIJAWAB
Waktu Musa berdoa, Laut Merah terbelah. Waktu Elia berdoa, api turun dari surga. Waktu Daniel berdoa, malaikat menutup mulut singa-singa yang lapar. Alkitab menceritakan doa-doa yang dijawab. Dan itu semua menganjurkan bahwa doa adalah jalan untuk melangkah menuju kuasa Tuhan Allah yang besar. Yesus berjanji:

"Jika kamu meminta sesuatu kepadaKu dalam namaKu, Aku akan melakukannya." - Yohanes 14:14.

Namun beberapa doa tampaknya tidak dijawab. Kenapa? Ada tujuh prinsip yang dapat membantu kita berdoa lebih efektif:
(1) Tetaplah dekat dengan Yesus.
"JIKALAU KAMU TINGGAL DI DALAM AKU dan firmanKu TINGGAL DI DALAM KAMU, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya." - Yohanes 15:7.

Pada saat kita menjadikan hubungan dengan Tuhan sebagai prioritas dan tetap menjaga hubungan denganNya, kita akan mendengar dan mencari jawaban-jawaban atas doa kita, yang mungkin terlepas dari perhatian kita.
(2) Tetap percaya kepada Tuhan.
"Dan apa saja yang kamu minta dalam doa DENGAN PENUH KEPERCAYAAN, kamu akan menerimanya." - Matius 21:22.

Untuk percaya atau mempunyai iman, berarti kita betul-betul melihat kepada Bapa di surga untuk memenuhi kebutuhan kita. Jika anda khawatir karena merasa kurang iman, ingatlah bahwa Penebus kita menunjukan mujizat kepada orang yang memohon dalam keputusasaan:

"Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" - Markus 9:24.

Pusatkan saja pemikiran anda kepada pelaksanaan iman yang engkau MILIKI; jangan kuatir dengan iman yang TIDAK engkau miliki.
(3) Berserah pada kehendakNya.
"Dan inilah keberanian kepercayaan kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya." - 1 Yohanes 5:14.

Ingatlah bahwa Tuhan ingin mengajarkan kita, di samping juga memberikan kita berbagai hal, melalui doa. Kadang Ia berkata, "Tidak"; Kadang Ia membawa kita ke arah lain. Doa merupakan saran untuk lebih mengenal kehendak Allah. Kita harus peka atas tanggapan Allah dan belajar dari sana. Tetap mengikuti permohonan yang khusus dan melihat apa hasilnya adalah sangat membantu. "Roh Kudus akan menolongmu mengatasi hal yang mustahil: Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus." (Roma 8:27). Ingatlah bahwa kemauan kita akan selalu sama dengan kemauan Allah jika kita dapat mengetahui kemauanNya.
(4) Menunggu dengan sabar di dalam Dia.
"AKU SANGAT MENANTI-NANTIKAN TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong." - Mazmur 40:2.

Sasaran utama di sini adalah untuk tetap berfokus pada Tuhan, tetap berfokus pada jawabanNya. Dan jangan minta Tuhan untuk mendukung dan sesaat kemudian mencoba mengalihkan masalah-masalah kepada pencarian akan kesenangan berikutnya. Tunggu dengan sabar di dalam Tuhan; kita harus berdisiplin dalam hal penantian.
(5) Tinggalkan dosa.
"Sendainya ada NIAT JAHAT DALAM HATIKU, tentulah Tuhan tidak mau mendengar." - Mazmur 66:18.

Sesungguhnya, tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaranNya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar ialah segala dosamu (Yesaya 59:1-2). Engkau tidak dapat tetap berdosa di satu sisi sementara di sisi lain datang meminta pertolongan ilahi. Pengakuan dan pertobatan memecahkan masalah. Jika kita tidak mengizinkan Tuhan membebaskan kita dari pikiran jahat, kata-kata, dan perbuatan, doa kita tidak akan efektif.

"Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu." - Yakobus 4:3.

Tuhan tidak akan menjawab "YA" kepada doa-doa yang mementingkan diri sendiri.
Bukalah telingamu pada hukum-hukumNya, kehendakNya, dan Ia akan membuka telingaNya atas segala permohonanmu

"Siapa yang memalingkan telinganya untuk tidak mendengarkan hukum, juga doanya adalah kekejian." - Amsal 28:9.
(6) Rasakan kebutuhan akan Tuhan.
Tuhan menjawab orang yang mengundang kehadiran dan kuasaNya ke dalam kehidupan mereka.

"Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan." - Matius 5:6
(7) Bertekun dalam doa.
Yesus mengilustrasikan perlunya bertekun dalam permohonan kita dengan menceritakan kisah janda yang sangat tekun yang terus datang kepada hakin dengan permintaannya. Akhirnya hakim yang merasa terganggu itu memenuhi permintaan sang janda, "karena janda ini terus menerus mengganggunya, dan berbuat sesuatu agar janda itu mendapat keadilan." Kemudian Yesus menyimpulkan: "Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihanNya yang siang malam berseru kepadaNya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" (Lukas 18:5-7).
Ungkapkan kebutuhan, harapan, dan angan-anganmu dengan Tuhan. Mintalah berkat-berkat tertentu, pertolongan saat dibutuhkan. Tetaplah mencari, dan tetaplah mendengar, sampai engkau mengetahui sesuatu dari jawaban Tuhan.
6. MALAIKAT MELAYANI KEBUTUHAN UMAT-UMAT YANG BERDOA
Pemazmur bergembira bahwa melalui pelayanan malaikat Tuhan, doanya dijawab:

"Aku telah mencari Tuhan, lalu ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku... Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya." - Mazmur 34:4-7.

Waktu kita berdoa, Tuhan mengirimkan malaikatNya untuk menjawab doa kita (Ibrani 1:14). Setiap orang Kristen mempunyai malaikat pengawal:

"Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di surga yang selalu memandang wajah BapaKu yang di surga." - Matius 18:10.

Karena doa kita:
"Tuhan sudah dekat! Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapu juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam kristus Yesus." - Filipi 4:5-7.
7. GAYA HIDUP KRISTIANI
Alkitab memaparkan gaya hidup Kristiani dengan jelas. Menurut Efesus 4:22-24, orang Kristen harus "menyingkirkan" gaya hidup lama yang berasal dari "keinginan daging", dan "mengenakan" gaya hidup baru "yang diciptakan untuk menjadi seperti Dia." Dalam ayat ini juga dalam Panduan 6 kita menemukan bahwa kelahiran kembali kita "diciptakan" menjadi orang yang baru di dalam Kristus.
Panduan ini dan enam panduan berikutnya, menunjukkan gaya hidup Kristiani; mereka menyingkapkan rahasia kehidupan Kristen yang berbahagia. Mereka akan membantu anda membangun hubungan yang lebih erat dengan Kristus, yang akan menghasilkan gaya hidup Kristiani yang berbeda. Jadi pandanglah kepada Yesus hari ini dan anda akan menjadi bagian perayaan kemenangan akhir ketika Kristus memerintah dengan kedamaian penuh.

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Kamis, 21 Oktober 2010

IS THE BIBLE TRUE? / APAKAH ALKITAB ITU BENAR?

OLEH: DINIS GINTING
======================================
Pembuatan kapal, diselamatkannya semua binatang, banjir besar, yang ditulis dalam Al’Quran dan Alkitab Yaitu Kitab Kejadian dianggap mustahil.
Nuh diminta membawa kedalam kapalnya sepasang binatang dari semua spesies.
Para ahli hewan, memperkirakan ada:
1. 10 juta spesies serangga; apa mereka semua masuk kedalam kapal? Benarkah serangga saja tidak menghabiskan tempat kapal?
2. Spesies yang ukurannya lebih besar, seperti reptil ada 5.000 spesies.
3. Burung 9.000 spesies.
4. lalu 4.500 spesis kelas mamalia.
5. Jenis2 binatang menengah ada sekitar 45.000 spesies.

Seberapa besar kapal itu hingga bisa membawa sekitar 45.000 spesies binatang? Masing2 sepasang, jadi ada sekitar 90.000 ekor binatang ukuran sedang, mulai dari ular sampai gajah, burung sampai kuda, kuda nil sampai badak.
Bagaimana bisa Nuh mengumpulkan mereka secepat itu?
Berapa lama dia menunggu dua ekor Sloth yang beringsut secara pelahan dari amazon ketempatnya?
Bagaimana kanguru bisa keluar dari benua australia yang berupa pulau?
Bagaimana beruang kutub tahu lokasi kapalnya nuh?
Para Ahli pengetahuan mempertanyakan maslaha ini: "Adakah kemustahilan yang lebih hebat dari ini?
Mereka juga mengatakan: “Tidak ada bukti geologis yang mengindikasikan pernah terjadi Banjir Besar.
Dan untuk manusia, hanya ada 8 orang Yahudi yang selamat. Tapi sekarang, 2010 ada 3 ras manusia yang kita tahu yaitu,orang bule/eurasia,china/mongolid dan hitam/negroid. Dengan jarak waktu hanya 2500 sebelum masehi ditambah 2010 = 4510 tahun. Mungkinkah 8 orang tersebut bisa menghasilkan 3 Ras utama yang berbeda padahal genetika/ras mereka sama?.

Padahal dalam catatan sejarah, Sejarah Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu.

Lebih hebat lagi ada pendapat lain yang mengatakan Peradaban manusia dibumi ini, bahkan sudah diuji secara ilmiah, ditemukan bahwa usia bumi lebih dari 60,000,000 tahun.

Benarkah demikian? Apa kata Alkitab tentang ini?
Kita mulai dari tanggal mutlak.
Penanggalan mutlak ini kita mulai pada waktu Koresy menumbangkan dinasty raja babel tahun 539 seb. P.U ( diselaraskan dengan tahun-tahun dalam sejarah ). koresy mengeluakan dekritnya yang memerdekakan orang yahudi pada tahun pertama pemerintahannya yaitu sebelum musim semi tahun 537 seb. P. U. Dalam ezra 3:1 ) “Ketika tiba bulan yang ketujuh, setelah orang Israel menetap di kota-kotanya, maka serentak berkumpullah seluruh rakyat di Yerusalem”. dikatakan bahwa Putera2 israel telah berada kembali di Yerusalem menjelang bulan ke tujuh. Bulan ke tujuh di yerusalem ketika itu merupakan permulaan musim rontok. Jadi musim rontok tahun 537 ibadah / penyembahan kepada Allah di Yerusalem telah dipulihkan.
Hal ini merupakan suatu masa nubuatan “masa tujuh puluh tahun” saat negeri perjanjian terlantar. Lihat yeremia 25:11-12 dan 29:10. karena dalam perhitungan tahun dalam istilah sebelum masehi berlaku surut, atau angka nominal semakin naik, contoh tahun 300 terus berjalan tahun 299 – 298 dst hingga tahun satu saat kelahiran Tuhan Yesus, maka bila kita lakukan hitung surut / mundur maka nominal tahun akan semakin besar yaitu mulai dari tahun 1 naik ke 2, 3, 4 dst hingga penciptaan Adam.
Baik, bila sekarang kita bisa simpulkan bahwa setelah tujuh puluh tahun masa nubuatan itu adalah tahun 537 ditambah periode 70 tahun = 607. dengan demikian kita dapat simpulkan bahwa permulaan nubuatan itu jatuh pada tahun 607 seb P. U
Pemulihan kembali penyembahan kepada Allah pada musim rontok tahun 537 ini, ternyata merupakan tanda dari suatu masa nubuatan yaitu masa yang ” tujuh puluh tahun”, buktinya, ada disebutkan bahwa Negeri Perjanjian mesti menjadi tempat yang terlantar selama tujuh puluh tahun. Bukti ini ada dalam kitab Yeremia. 25 : 11-12 dan 29 : 10.
25:11 Maka seluruh negeri ini akan menjadi reruntuhan dan ketandusan, dan bangsa-bangsa ini akan menjadi hamba kepada raja Babel tujuh puluh tahun lamanya.
25:12 Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah firman TUHAN, maka Aku akan melakukan pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya.
Dan
29:10 Sebab beginilah firman TUHAN: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini.
Daniel yang tahu betul tentang nubuatan ini, lalu mengambil sikap dan bertindak. Waktu yang tercatat dalam kalender sejarah dunia adalah pada tahun 537 seb PU, saat nubuatan ini akan berakhir. Jika nubuatan itu berakhir pada tahun 537 seb PU maka Nubuatan ini berarti dimuali pada tahun 537 ditambah 70 tahun masa nubuatan yaitu 537 + 70 = 607. Artinya nubuatan tujuh puluh tahun dimulai tahun 607 seb PU. Kita telah mendapatkan tahun 607 sebagai titik awal penelusuran Alkitab. Jika kita selaraskan dengan tahun-tahun kalender dunia, Fakta-fakta nubuatan ini dapat kita lihat lebih jelas karena telah dilukiskan dalam yeremia 52 yaitu kejadian-kejadian bersejarah bagaimana yerusalem dikepung musuh, bagaimana orang2 babel berhasil mendobrak pertahanan mereka hingga penangkapan raja zedekia pada tahun 607. Fakta sejarah ini dan peristiwa-peristiwa Alkitab telah membuktikan keselarasan yang tidak dapat terbantahkan.

Bukti lainnya bisa kita lihat pada yeremia 52:12-27 yang berbunyi “Dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu, dikatakan selanjutnya babel membakar permulaan Tujuh puluh tahun itu. Masih ada sisa2 kejayaan Yahudi yang terdapat disana dengan adanya gedalya. Kemudian diangkat oleh raja babel sebagai gubernur dari perkampungan2 yang masih ada di pedalaman. “dalam bulan ketujuh Gedalya dan beberapa orang lain di bunuh, sehingga sisa dari orang2 Yahudi lari ketakutan ke Mesir. Barulah pada waktu itu yaitu bulan oktober 607. Negeri yahudi mulai memasuki arti sepenuhnya yaitu “Sunyi senyap” yaitu menggenapi tujuh puluh tahun nubuatan.
Kini kita sudah mendapatkan catatan tentang tahun 607 seb.PU sesuai dengan penghitungan tahun yang berlaku mundur, maka kita akan menghitung dengan perjalanan mundur terhadap peristiwa-peristiwa alkitab kemudian kita selaraskan dengan tahun-tahun sejarah. Ingat !!! kita menghitung mundur.
Apa yang terjadi kemudian?
Jika kita bandingkan masa2 jabatan dari raja2 Israel dan Yehuda dalam buku raja2 yang pertama dan kedua, yaitu pada penghitungan waktu kejatuhan Yerusalem hingga pecahnya kerajaan Israel sesudah kematian Salomo, ternyata lamanya adalah 390 tahun.
Buktinya kita akan lihat saat lamanya nubuatan, sesuai Yehezkiel 4:5 yang dimulai dalam 2 Raja 17:21.

Dikatakan dalam Yehezkiel 4:5 “Beginilah Aku tentukan bagimu: Berapa tahun hukuman kaum Israel, sekian harilah engkau menanggung hukuman mereka, yaitu tiga ratus sembilan puluh hari.”

Hal ini dimulai sesudah kematian salomo hingga tahun 607 seb. PU. Bunyinya dalam 2 Raja2 17:21 “Ketika Ia mengoyakkan Israel dari pada keluarga Daud, maka mereka mengangkat Yerobeam bin Nebat menjadi raja, tetapi Yerobeam membuat orang Israel menyimpang dari pada mengikuti TUHAN dan mengakibatkan mereka melakukan dosa yang besar.”
Maka kalau kita menghitung kebelakang atau mundur dari tahun 607 seb PU, kita melihat kesalahan terjadi di rumah Israel jatuh pada tahun 997 Seb. PU. Yaitu nubuatan sehubungan dengan pengepungan dan penghancuran kota Yerusalem. Yaitu 607 ditambah 390 tahun nubuatan = 997. Pada tahun 997 seb PU sesudah wafatnya Salomo, Yerobeam memutuskan hubungan dengan kluarga Daud dan memisahkan Israel agar supaya tidak lagi mengikuti Allah dan seperti yang dikatakan dalam 2 Raja-raja 17:21, Yerobeam menyebabkan Israel berdosa dengan suatu dosa yang besar.
Hal ini juga selaras dengan tahun-tahun pada sejarah kalender bahwa pada tahun 997 seb PU, Rehabeam menggantikan Salomo. Kerajaan Israel terpecah dua dan Yerobeam mulai memerintah sebagai raja Israel. Sisipkan ucapan Allah kepada daut bahwa kerajaannya akan berakhir dengan terpecah dua.
Sekarang kita sudah mendapatkan tahun 997 seb PU. Peristiwa apalagi yang terjadi kemudian?
Dikatakan dalam 1 Raja2 11:42 “Lamanya Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel ialah empat puluh tahun.”
Disebutkan dalam ayat ini, Salomo memerintah selama 40 tahun dan kerajaan Salomo berakhir pada musim semi tahun 997 seb. PU. Ini berarti Salomo mulai memerintah pada pada musim semi tahun 997 + 40 = 1037 seb. PU.
Catatan Alkitab mengatakan Salomo mulai membangun rumah Allah di Yerusalem pada bulan ke dua dalam tahun ke empat dari pemerintahannya. Ini berarti Salomo baru memerintah 3 tahun 2 bulan. Kalau kita hitung dengan benar maka maka saat Salomo Mulai membangun rumah Allah jatuh pada tahun 1037-3 tahun = tahun 1034 seb. PU.
Angka tahun 1034 kita simpan.
Kemudian kita baca 1 Raja2 6:1 “Dan terjadilah pada tahun keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada tahun keempat sesudah Salomo menjadi raja atas Israel, dalam bulan Ziw, yakni bulan yang kedua, maka Salomo mulai mendirikan rumah bagi TUHAN.”

Disini kita menemukan sebuah angka yaitu 480 yang menyatakan tahun ke 480 semenjak keluarnya orang2 Israel dari negeri mesir dan dihubungkan dengan kerajaan dibawah pimpinan Salomo. maka angka 480 ini akan kita tarik keluar.
Jika kita bawa ke matematika maka angka 480 adalah angka ordinal. Artinya sama sepeti angka diatas yaitu bulan kedua tahun ke empat. Seolah-olah 4 tahun padahal baru 3 tahun 2 bulan. Demikian pula dengan angka 480 disini sebenarnya adalah tahun 479.
Mengapa demikian? Bagaimana kita membuktikannya?
Dalam buku “The New Schaff-Herzog Encyclopedia of Religious Knowledge” tahun 1957 dikatakan : “Perhitungan mengenai tahun2 kerajaan dari Raja2, sebelumnya dimulai dengan tahun yang dimulai saat musim rontok sesuai dengan metode Babel karena waktu itu berlaku demikian namun kemudia berubah dengan dimulai saat musim semi sesuai dengan waktu2 dalam Alkitab. Perhitungan ini akan menghilangkan atau menambahkan enam bulan pada salah satu tahun bila kita menghitung waktunya.

Dengan demikian jika kita tarik kata-kata dalam 1 Raja2 6:1 yang mengatakan : “keempat ratus delapan puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir.” Yaitu jika kita tarik kata sesudah kemudian kita berlakukan perubahan perhitungan ke perhitungan Alkitab maka akan hilang enam bulan dan 480 tahun itu menjadi 479 tahun enam bulan. Atau jika dibulatkan berarti 479 tahun.
Maka kalau kita hitung ke belakang dari tahun 1034 kita akan menemukan tahun 1513 yaitu 1034 + 479 = 1513 saat mana bangsa Israel keluar dari tanah mesir. Jadi bagi kita sekarang menjadi jelas bahwa bangsa Israel keluar dari Mesir jatuh pada tahun 1513 seb. PU.

Setelah ini apa lagi yang terjadi? Hitungan mundur atau peristiwa mundur apa lagi yang bias kita identifikasi?

Kita simpan tahun 1513 seb PU saat bangsa Israel keluar dari tanah Mesir.
Bukti ke ( 1 ) tentang tahun 1943 seb. PU. Dalam Keluaran 12: 40-41, Musa menuliskan bahwa “lamanya bangsa Israel diam di Mesir adalah empat ratus tiga puluh tahun.” Dari susunan kalimat diatas jelas bahwa tidak seluruh masa berdiam ini, bangsa Israel ada di Mesir. Jangka waktu ini di mulai saat keberangkatan Abraham dari Haran menuju Kanaan. Tepat waktunya ketika Allah mengikat perjanjian dengan Abraham. Waktu ini adalah dari Zaman Abraham hingga Israel tidak bergantung lagi kepada Mesir atau hingga tahun 1513 seb. PU ketika bangsa Israel keluar dari Mesir.

Jika kita melakukan perhitungan kebelakang atau hitung mundur maka 1513 + 430 = 1943. Sekarang kita mendapatkan angka baru bahwa saat Allah membuat perjanjian dengan Abraham yakni ketika Abraham masuk ke Kanaan pada Tahun 1943 seb. PU.
Bukti lainnya atau ke ( 2 ) terdapat dalam New World Translation Edisi 1953. Yaitu bukti mengenai keluaran 12:40 menunjukkan bahwa Pentateuch Samaria dan Setuaginta, yang berdasarkan naskah2 Ibrani menambahkan perkataan “dan di negeri Kanaan.” Dibelakang kata “Mesir”. Daam Galatia 3:17 juga menyebutkan mengenai 430 tahun itu merupakan jangka waktu saat dibuatnya perjanjian Allah dengan Abraham yakni pada saat Abraham mulai masuk ke Kanaan. Jadi perhitungannya sama dengan bukti pertama yaitu jatuh pada tahun 1513 + 430 Yaitu 1943 seb. PU. Abraham berumur tujuh puluh lima tahun ketika ia mulai masuk ke Kanaan.
Bukti ke ( 3 ) terdapat dalam Kisah Para Rasul 7:6. “Beginilah firman Allah, yaitu bahwa keturunannya akan menjadi pendatang di negeri asing dan bahwa mereka akan diperbudak dan dianiaya empat ratus tahun lamanya.” dalam ayat ini disebutkan mengenai benih Abraham, bagaimana mereka menderita selama 400 tahun. Karena Allah telah melepaskan mereka pada tahun 1513 seb. PU, maka mulainya masa sengsara itu tentu jatuh pada tahun 1513 + 400 = tahun 1913 seb PU. Mundur 5 tahun saat sesudah kelahiran ishak ketika peristiwa Ismael mengejek Ishak ketika ia mulai di sapih ( lepas susu ) yaitu 1913 + 5 = 1918. Kemudian mundur lagi 25 tahun ketika Abraham masuk ke Kanaan, yaitu Abraham berumur tujuh puluh lima tahun dan Ishak lahir setelah Abraham berumur 100. Jadi 1918 + 25 = 1943 seb PU. Mari kita baca, Kejadian 15:13 dan kejadian 21:8-9.
Ketiga bukti Alkitab ini tidak terbantahkan. Ketiganya sangat cocok waktunya dengan peristiwa-peristiwa yang ada dalam Alkitab.

Kita simpan tahun 1943 seb PU ketika Allah membuat perjanjian dengan Abraham yaitu ketika Abraham masuk ke Kanaan.

Peristiwa berikutnya yang kita identifikasi adalah tahun terjadinya Air Bah. Dan kita akan mengidentifikasi dari tahun 1943 seb. PU ketika Abraham berumur 75 Tahun.
Sekarang mari kita tetapkan tanggal-tanggal menurut peredaran Waktu.

Peristiwanya Lamanya ….. tahun
Dari peristiwa Air Bah sampai lahirnya Arfachsad 2 tahun
Sampai lahirnya Selah 35 tahun
Sampai lahirnya Heber 30 tahun
Sampai lahirnya Peleg 34 tahun
Sampai lahirnya Rehu 30 tahun
Sampai lahirnya Serug 30 tahun
Sampai lahirnya Nahor 32 tahun
Sampai lahirnya Terah 29 tahun
Sampai kematian Terah hingga ketika Abraham berumur 75 tahun 205 tahun
Jumlah: 427 tahun

Hasil identifikasi adalah 427 tahun. jika kita menambahkan 427 tahun kepada 1943 seb PU maka kita akan smpai pada tahun 2370 seb. PU. Hasil identifikasi ini menunjukkan bahwa tahun 2370 seb. PU adalah saat terjadinya Air Bah di zaman Nuh.

Kita simpan tahun 2370 seb PU. Tahun terjadinya Air Bah dalam zaman Nuh.
Bila kita teliti dan identifikasi dengan benar peredaran waktu dalam Alkitab, kita dapat kembali ke zaman dahulu. Bahkan sejauh ini kita telah mengidentifikasi cukup jauh hingga ke zaman Nuh. Kita telah menggunakan jangka waktu yang diberikan dalam Kejadian 11:10 sampai Kejadian 12:4. Perhitungan inilah yang akhirnya berjumlah 427 dan sangat cocok dengan peristiwa sebelumnya yang kemudian jatuh pada tahun 1943 seb PU.
Perhitungan yang sama akan kita lakukan untuk menelusuri peristiwa-peristiwa yang sebelumnya terjadi. Perhitungan ini kita awali dari seluruh jangka waktu Air Bah terus sampai kepada Kejadian 5:3-29 hingga Kejadian 7:11. Perhitungan ini waktunya saya uraikan sebagai berikut:

Peristiwa Lamanya…..tahun
Dari waktu terciptanya Adam sampai lahirnya Set 130 tahun
Lalu sampai lahirnya Enos 105 tahun
Sampai lahirnya Kenan 90 tahun
Sampai lahirnya Mahalalel 70 tahun
Sampai lahirnya Yered 65 tahun
Sampai lahirnya Henokh 162 tahun
Sampai Lahirnya Metusalah 65 tahun
Samai lahirnya Lamekh 187 tahun
Sampai lahirnya Nuh 182 tahun
Sampai Air Bah 600 tahun
Jumlahnya: 1.656 tahun

Bila kita menambahkan 1.656 tahun kepada tahun 2370 seb PU yang telah kita simpan saat Air Bah terjadi, maka kita akan mendapatkan 1.656 + 2370 = 4026 seb PU. Jika kita melihat saat dimulai perhitungan waktu seperti diatas, dari waktu terciptanya Adam maka sekarang kita telah menemukan waktunya saat Adam diciptakan Allah yaitu tahun 4026 seb. PU.

Apa artinya hal ini bagi kita semua sekarang?
Saat ini tahun 2010 tahun sesudah penanggalan umum. Atau sering kita sebut sebagai sesudah masehi. Jika kita menambahkannya ke tahun 4026 sebelum penangglan umum maka umur dunia ini sekarang adalah 4026 + 2010 = 4036 tahun.
Alkitab mengatakan bahwa umur dunia ini enam ribu tahun saja.

Saudara, pada abad kesembilan belas orang-orang skeptis dan para arkeolog menuduh Alkitab membuat pernyataan fiktif ketika menyebutkan bangsa Het karena tak ada satu pun bukti di luar Alkitab tentang bangsa itu.
Tetapi setelah tahun 1906, penggalian di Hattushash – yang terbukti sebagai ibukota bangsa Het – mengubah apa yang semula dianggap mitos sebagai kenyataan sejarah yang akurat.

Ilmuwan semula menuduh catatan Alkitab tentang Belsyazar sebagai catatan yang salah karena tidak ada catatan lain, selain Alkitab yang menyebutkan raja ini.

Akan tetapi, pada tahun 1853 para arkeolog menemukan sebuah prasasti di Ur yang memperkuat catatan Alkitab. Prasasti itu menunjukkan bahwa Belsyazar memerintah dengan ayahnya Nabonides. Arkeologi terus menguatkan catatan Alkitab.

Kalangan akademisi cenderung menganggap cerita Daud sebagai propaganda para imam setelah pembuangan ke Babel untuk mengangkat kembali martabat Israel.

Tetapi, nihilisme terhadap Alkitab runtuh dalam satu malam dengan ditemukannya prasasti Daud di Dan tahun 1993.//

Kitab Keluaran dikatakan hanyalah "cerita rakyat" sebagaimana dinyatakan berbagai penyanggah Alkitab belakangan ini?

Namun dalam Biblical Archaeology Review 2000), dikatakan rincian sejarah dalam Kitab Keluaran menunjukkan bahwa catatan itu merekam dengan tepat informasi tentang zaman yang digambarkannya: Zaman Perunggu Akhir, atau sekitar seribu tahun lebih awal dari naskah Kitab Keluaran tertua yang masih ada atau dari pertengahan abad ketiga Sebelum Masehi.

Ketika dalam perjalanan wisata rohani saya dengan istri saya ke israel, Saya melihat arkeologi telah meneguhkan tempat-tempat berlangsungnya berbagai kejadian yang dicatat dalam Alkitab:

• Kuil Baal di Sikhem
• Kolam Gibeon, Hesybon dan Samaria
• Terowongan air di bawah Yerusalem yang digali Raja Hizkia
• Istana Raja Belsyazar yang megah di Babilonia
• Istana Susan yang megah (dengan kenangan kepada Ester dan Mordekhai)
• Pendirian sinagoga di Kapernaum
Satu lagi saudara yang ingin saya ungkapkan kepada kita semua. Ada tanggapan bahwa Alkitab Bohong dalam Kejadian 22:2 Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
Bagaimana pendapat saudara? Benarkah Abraham punya anak tunggal? Apakah perkataan Allah itu tidak mengada-ada?
Mari kita lihat Kejadian 21: 10-14 utamanya ayat 14 : (14) Keesokan harinya pagi-pagi Abraham mengambil roti serta sekirbat air dan memberikannya kepada Hagar. Ia meletakkan itu beserta anaknya di atas bahu Hagar, kemudian disuruhnyalah perempuan itu pergi. Maka pergilah Hagar dan mengembara di padang gurun Bersyeba.
Saudara Alkitab adalah Kebenaran. Jangan pernah ragu, karena Alkitab akan menuntun kita semua kepada Allah. Dan mengajara kita untuk lebih memahami kehidupan yang kita hadapi.
Tuhan memberkati………………

Jumat, 10 September 2010

DARI PENDOSA YANG BERSALAH MENJADI ORANG KUDUS YANG DIAMPUNI

Tidak ada sidik jari. Tidak ada senjata yang diketemukan. Tidak ada seorangpun yang menyaksikan pembunuh itu memasuki kantor dokter itu. Tidak terdengar suara tembakan. Namun dokter itu ditemukan terkulai di belakang meja kerjanya. Lima peluru menembus kemejanya.
Tampaknya seperti kejahatan yang sempurna. Polisi mula-mula tidak menemukan petunjuk apapun. Namun kemudian mereka memperhatikan kabel kecil tersambungkan ke tempat pensil di meja dokter itu. kabel itu mengarah ke kaset perekam di laci meja. Mereka menyadari, tempat pensil itu sebenarnya adalah mikrofon rahasia yang digunakan dokter itu untuk merekam percakapannya dengan pasien yang sedang berkonsultasi.
Penyidik segera memutar pita rekaman, dan dengan terheran-heran mulai mendengarkan rekaman kejadian kejahatan tersebut. Seseorang bernama Anthony masuk ke kantor dan mulai berdebat dengan dokter itu. lalu terdengar letusan senjata. Pita rekaman itu berakhir dengan erangan dari dokter yang sekarat di karpet. Setiap rincian yang mengerikan telah terekam. Pembunuh itu mengira kejahatannya akan tetap menjadi rahasia. Ia telah sangat berhati-hati untuk tidak meninggalkan jejak. Akan tetapi pita rekaman itu menceritakan segalanya.
Dalam panduan ini kita akan belajar tentang penghakiman Allah yang terakhir ketika umat manusia diadili menurut apa yang telah mereka lakukan seperti yang direkam di dalam kitab kehidupan (Wahyu 20:12). Bagi orang-orang yang belum menerima Kristus sebagai Juruselamat mereka, ini adalah kabar buruk. Namun penghakiman ini adalah kabar yang sangat baik bagi mereka yang telah mendapatkan jaminan di dalam Kristus.
1. BAGAIMANA ANDA DAPAT MENGHADAPI PENGHAKIMAN TANPA RASA TAKUT
Siapakah yang akan menghakimi dunia?

"Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak." - Yohanes 5:22.

Bagaimana salib mempersiapkan Kristus menjadi Hakim kita?

"Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya. MaksudNya ialah untuk menunjukkan keadilanNya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus." - Roma 3:25, 26.

Kematian Kristus sebagai pengganti kita memungkinkan Ia untuk bertindak sebagai Hakim dan Pembela yang murah hati yang dapat mengampuni pendosa yang bertobat. Ketika jagat raya yang menyaksikan hal ini bertanya, "Bagaimana mungkin hakim yang tidak tidak berpihak menyatakan seorang yang bersalah menjadi tidak bersalah?" Kristus dapat menjawab dengan menunjukkan bekas luka di tanganNya. Ia telah menerima hukuman yang adil karena dosa-dosa kita di dalam tubuhNya.
Kitab di surga menyimpan catatan kehidupan setiap orang, dan catatan ini dibuka pada saat penghakiman (Wahyu 20:12). Inilah kabar buruk bagi orang yang membayangkan dosa rahasia dan kejahatan mereka tidak akan pernah menghantui mereka. Namun ada kabar yang sangat baik bagi semua orang yang secara tulus menerima Kristus sebagai Pembela mereka di surga: "Darah Yesus... menyucikan kita dari pada segala dosa" (1 Yohanes 1:7). Apakah yang ditawarkan Yesus sebagai ganti dari kehidupan kita yang penuh dosa?

"Dia yang tidak mengenal dosa dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." - 2 Korintus 5:21.

Kehidupan kita di dalam dosa digantikan dengan kehidupan Kristus yang sempurna dan benar. Karena kehidupan dan kematian Yesus yang tanpa dosa itu, Tuhan dapat mengampuni kita dan memperlakukan kita seolah kita tidak pernah berdosa. apakah yang meluluskan Yesus sebagai Pembela dan Hakim kita?
2. KRISTUS DATANG TEPAT PADA WAKTUNYA
Pada saat baptisanNya, Yesus diurapi oleh Roh Kudus:

"Setelah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasNya. Lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah AnakKu yang Kukasihi, kepadaNyalah Aku berkenan." - Matius 3:16, 17.

Segera setelah diurapi oleh Roh Kudus pada saat dibaptis, pada murid-muridNya mengumumkan:
"Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus.)" - Yohanes 1:41.
Para murid itu mengetahui kata bahasa Ibrani "Mesias" dan kata Yunani "Kristus" keduanya berarti "Yang Diurapi." Lukas, salah satu murid Yesus, mencatat tanggal pembaptisan Yesus sebagai Mesias, yaitu tahun kelima belas dalam pemerintahan Kaisar Tiberius (Lukas 3:1). Bagi kita, ini berarti tahun 27 Masehi. Lebih dari 500 tahun sebelum Yesus datang, nabi Daniel meramalkan bahwa Yesus akan diurapi sebagai Mesias pada tahun 27 Masehi.

"Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa [minggu, Ibrani]; dan enam puluh dua kali tujuh masa." - Daniel 9:25.

Tujuh minggu dan enam puluh dua minggu seluruhnya adalah enam puluh sembilan minggu atau 483 hari (7 x 69 = 483 hari). Dalam nubuatan Alkitab yang menggunakan lambang, satu hari sama dengan satu tahun (Yehezkiel 4:6; Bilangan 14:34), maka 483 hari sama dengan 483 tahun. Daniel meramalkan bahwa satu perintah akan dikeluarkan untuk memulihkan dan membangun Yerusalem kembali, dan tepat 483 tahun setelah perintah ini dikeluarkan, Mesias akan muncul.
Apakah Yesus muncul sebagai Mesias pada waktu yang ditetapkan? Artahsasta mengeluarkan perintah untuk membangun Yerusalem pada tahun 457 SM (Ezra 7:7-26). Masa 483 tahun itu berakhir pada tahun 27 Masehi (457 SM + 27 Masehi = 484). Perintah itu dikeluarkan pada tahun 457 SM dan Kristus diurapi pada tahun 27 Masehi, dengan menghitung tengah tahunnya, maka tahun yang tepat adalah 483 tahun.
Pada waktu diurapi di tahun 27 Masehi, Yesus muncul dengan pekabaran: "Waktunya telah genap" (Markus 1:15). Penggenapan yang akurat dari nubuatan Alkitab adalah perjanjian yang mengesankan bahwa Yesus dari Nazaret adalah benar-benar Mesias, Tuhan di dalam raga manusia. Berapa lamakah Yesus membuat perjanjian?

"Raja itu akan membuat perjanjian itu selama satu kali "tujuh masa" [minggu, Ibrani]." - Daniel 9:27, bagian pertama.

Jikalau kita menerapkan prinsip satu hari sama dengan satu tahun, satu "minggu" ini adalah 7 tahun, dari tahun 27 sampai 34 Masehi, Yesus membuat perjanjian, yang telah dibuatNya kepada Adam dan Hawa segera setelah mereka jatuh ke dalam dosa. Tuhan Allah membuat perjanjian, sebuah janji, bahwa Ia akan menyelamatkan umat manusia dari dosa melalui kematian Seseorang yang akan dikirimkanNya untuk mati bagi dosa-dosa kita (Kejadian 3:15). Apakah yang harus terjadi pada pertengahan minggu ketujuh puluh itu?

"Pada pertengahan tujuh masa itu ia akan menghentikan korban sembelihan dan korban santapan." - Daniel 9:27, bagian akhir.

Yesus disalibkan pada tahun 31, di "pertengahan minggu itu". Pada saat Yesus mati, Tuhan Allah merobek "tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Persembahan korban yang akan disembelih (perlambang dari Yesus, Domba Allah) terlepas dari tangan imam. Ini adalah tanda bahwa Tuhan Allah tidak lagi menginginkan manusia mempersembahkan korban binatang. Sementara menepati nubuatan secara tepat, Yesus "menghentikan" setiap kebutuhan untuk mempersembahkan korban. Sejak kematian Yesus, orang dapat berhubungan dengan Tuhan tidak lagi melalui korban binatang dan imam manusia, melainkan melalui Mesias, Anak Domba Allah dan Imam Besar kita.

3. JAMINAN PENGAMPUNAN DOSA
Menurut nubuatan Daniel, mengapa Yesus mati?

"Sesudah keenam puluh dua kali tujuh masa itu akan disingkirkan seorang yang telah diurapi, padahal tidak ada salahnya apa-apa." - Daniel 9:26.

Pada saat kematiannya di kayu salib, Yesus "disingkirkan." Dia mati, tetapi bukan bagi diriNya sendiri, bukan untuk menebus akibat dosaNya sendiri, tetapi menebus akibat dosa-dosa seluruh dunia. Bagaimanakah kita dapat mengetahui bahwa Tuhan telah mengampuni semua dosa kita?

"Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya... KARENA SEMUA ORANG TELAH BERBUAT DOSA... dan telah DIBENARKAN dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian KARENA IMAN, DALAM DARAHNYA." - Roma 3:22-25.

Kata kunci di dalam ayat-ayat ini adalah: Kita, semua telah berdosa, namun karena kemurahan Tuhan Allah, semua dibenarkan, yang beriman dalam kuasa penyucian dari darah Kristus. Ketika kita dibenarkan, Tuhan Allah menyatakan bahwa kita tidak bersalah, dengan menghapuskan kesalahan dari dosa di masa lalu. Dan Tuhan Allah menyatakan kita dibenarkan: pembenaran datang dari Allah melalui iman kepada Yesus Kristus.
Semua orang yang lelah karena perjuangan untuk menjadi baik, dengan usaha kita sendiri, akan mendapatkan istirahat di dalam penerimaan kepada kemurahan Kristus. Ia berjanji, "Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberi kelegaan kepadamu" (Matius 11:28). Kita semua yang berbeban karena luka dari masa lalu dan karena perasaan sakit karena malu dan kekurangan, dapat menemukan kedamaian dan keutuhan di dalam Kristus.

4. MASA PENGHAKIMAN DIMULAI

Di dalam kitab Daniel pasal kedelapan, seorang malaikat menunjukkan kepada nabi itu pemandangan masa depan yang besar. Daniel melihat (1) domba jantan, (2) kambing jantan, dan (3) dari salah satu tanduk kambing jantan itu, "muncul suatu tanduk kecil, yang menjadi sangat besar" (Daniel 8:8, 9); yang melambangkan (1) Medi-Persia, (2) Yunani, dan (3) Roma (Daniel 8:1-12, 20-26). Apakah bagian ke-empat dari nubuatan itu?
"'Sampai berapa lama berlaku penglihatan ini, yakni korban sehari-hari...?' Maka ia menjawab: 'Sampai lewat dua ribu tiga ratus petang dan pagi [atau hari, Ibrani], lalu tempat kudus itu akan dipulihkan dalam keadaan yang wajar.'" - Daniel 8:13, 14.

Daniel jatuh tertelungkup sebelum malaikat itu dapat menjelaskan bagian 2,300 hari dari nubuatan itu, dan pasal kedelapan ditutup dengan tanpa penjelasan. Akan tetapi kemudian malaikat itu muncul kembali dan berkata:

"Jadi, camkanlah firman itu dan perhatikanlah penglihatan itu! Tujuh puluh kali tujuh masa telah ditetapkan atas bangsamu dan atas kotamu yang kudus, untuk melenyapkan kefasikan, untuk mengakhiri dosa, untuk menghapuskan kesalahan." - Daniel 9:22-24.

2,300 hari, tentu saja adalah 2,300 tahun, masing-masing hari adalah satu tahun (Yehezkiel 4:6). Tujuh puluh minggu, atau 490 tahun, adalah bagian pertama dari masa panjang 2300 tahun. Kedua masa itu dimulai pada tahun 457 SM, ketika Persia mengeluarkan perintah untuk memulihkan dan membangun kembali Yerusalem. Dengan mengurangi 490 tahun dari 2,300 tahun, tinggallah 1,810. Tambahkan ,1810 tahun kepada tahun 34 M, ketika masa 490 tahun berakhir, kita akan sampai ke tahun 1844.

5. TEMPAT YANG KUDUS DIPULIHKAN, PENGHAKIMAN

Malaikat yang memberitakan kepada Daniel bahwa pada tahun 1844, pada akhir masa 2,300 tahun, "tempat yang kudus itu akan dipulihkan dalam keadaannya yang wajar." (Daniel 8:14). Apakah artinya ini? Sejak tahun 70 ketika bangsa Roma menghancurkan Bait Allah di Yerusalem, umat Allah tidak lagi memiliki tempat kudus di bumi. Maka tempat kudus yang akan dipulihkan itu, yang dimulai tahun 1844, tentunya adalah tempat kudus yang ada di surga, yang tiruannya adalah Kemah Allah di bumi.
Nah, apakah artinya memulihkan tempat kudus di surga dalam keadaannya yang wajar? Bangsa Israel di jaman dulu menyebutkan hari pemulihan tempat kudus di bumi dengan nama Yom Kippur, Hari Pendamaian. Ini sebenarnya adalah hari penghakiman.
Seperti yang disebutkan di dalam Panduan 12, kegiatan Kristus bagi kita di dalam tempat kudus ada dua tahap: (1) persembahan korban sehari-hari berpusat pada pelayanan imam di bilik pertama, Bilik Yang Suci. (2) persembahan korban tahunan berpusatkan kepada pelayanan Imam Besar di bilik kedua, Bilik Yang Maha Suci (Imamat 16).
Di tempat kudus di bumi, ketika orang mengakui dosanya setiap hari, darah dari binatang yang disembelih dipercikkan ke tanduk mezbah, dan kemudian dipindahkan ke Bilik Yang Suci (Imamat 4 dan 6). Maka, secara perlambang, setiap hari, dosa-dosa yang diakui dibawa ke tempat kudus dan tetap tinggal di sana.
Kemudian, setiap tahun, pada Hari Pendamaian, Kemah Suci dibersihkan dari semua dosa yang diakui selama setahun (Imamat 16). Dalam pembersihkan ini, Imam Besar mempersembahkan korban khusus dari kambing yang dipilih. Kemudian ia membawa darahnya ke Tempat Yang Maha Suci dan memercikkan darah penebus ini di depan tirai pendamaian untuk menunjukkan bahwa darah Yesus, Penebus yang akan datang, akan membayar upah dosa. Imam Besar secara perlambang memindahkan dosa-dosa yang diakui dari Kemah Suci ke atas kepada kambing jantan yang lain, kemudian melepaskannya ke padang gurun dan mati di sana (Imamat 16:20-22).
Upacara Hari Pendamaian tahunan ini membersihkan Kemah Suci dari dosa. Orang Israel menganggap hari ini sebagai hari penghakiman karena orang-orang yang menolak mengakui dosa-dosa mereka akan dianggap tidak benar dan "disingkirkan" dari umat Allah (23:29).
Apa yang dilakukan setahun sekali secara simbolis oleh Imam Besar, dilakukan oleh Yesus sekali untuk selamanya sebagai Imam Besar kita (Ibrani 9:6-12). Pada hari penghakiman, Ia menghapuskan dari tempat suci semua dosa-dosa yang telah diakui dari orang-orang yang telah menerima Dia sebagai Juruselamat mereka. Jikalau kita mengakui dosa-dosa kita, Ia akan menghapuskan untuk selama-lamanya semua catatan tentang dosa kita pada saat itu (Kisah 3:19). Pelayanan ini adalah pekerjaan penghakiman yang dimulai Yesus di tahun 1844.
Tahun 1844, ketika saat penghakiman Tuhan Allah mulai di surga, pekabaran tentang saat penghakiman mulai diberitakan ke seluruh dunia (Wahyu 14:6-7). Panduan DISCOVER selanjutnya akan membahas pekabaran ini.
6. MENGHADAPI CATATAN KEHIDUPAN KITA DI SAAT PENGHAKIMAN

Sejak tahun 1844, Kristus, sebagai Hakim, telah memeriksa catatan setiap orang yang pernah hidup untuk menentukan siapa yang akan diselamatkan ketika Yesus datang kembali. Sebagai Hakim kita, Yesus "menghapuskan" semua dosa-dosa orang percaya dari catatan kehidupan mereka di surga (Kisah 3:19).
Ketika nama anda muncul di dalam penghakiman, akan mudah menghadapi catatan kehidupan anda jikalau anda menerima Kristus sebagai Pengganti kita. Dan ketika penghakiman bagi umat percaya telah selesai, Yesus kembali ke bumi untuk membawa upah mereka (Wahyu 22:12, 14).
Apakah anda akan berada di sana ketika Yesus datang? Atau apakah ada sesuatu yang telah anda sembunyikan daripadaNya? Apakah anda memiliki hubungan yang jujur dan terbuka dengan Dia yang menjanjikan:

"Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." - 1 Yohanes 1:9.

Pengakuan semata-mata berarti bahwa kita setuju untuk menghadapi dosa-dosa kita, menerima pengampunan dari Tuhan, dan mengakui bahwa kita membutuhkan kuasa dan kemurahanNya.
Ketika mengunjungi sebuah penjara di Potsdam, Raja Frederick William I mendengarkan sejumlah permohonan ampun. Semua orang hukuman di penjara itu bersumpah bahwa hakim yang berprasangka, ahli hukum yang tidak jujur menyebabkan mereka dijebloskan di penjara. Dari satu sel ke sel lainnya, berlangsung kisah yang sama tentang orang yang tidak bersalah namun disalahkan. Tetapi di salah satu sel, orang hukuman itu tidak berkata apa-apa. Dengan heran, Frederick bergurau, "Saya kira kamu juga tidak bersalah." "Tidak Yang Mulia," jawab lelaki itu, "Saya bersalah dan sangat pantas mendapatkan apa yang saya alami sekarang." Raja itu berpaling kepada pengawalnya dan memanggil dengan keras, "Datang kemari dan bebaskan penjahat ini segera, sebelum ia merusak orang-orang yang tak bersalah di sini."
Bagaimanakah persiapan kita dalam penghakiman nanti? Bagaimanakah caranya supaya kita siap menyambut kedatangan Kristus? Hanya dengan pengakuan yang jujur tentang kebenaran: "Saya sangat pantas menanggung hukuman mati karena dosa-dosa saya, tetapi Orang Lain telah menggantikan tempat saya dan memberikan saya pengampunan yang besar.
Buatlah kesediaan sekarang juga bahwa apapun yang akan terjadi, anda akan menjaga hubungan dengan Yesus jujur dari mata-ke-mata, da tulus dari hati-ke-hati.

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy

Rabu, 01 September 2010

JURUSELAMAT YANG SELALU HADIR

Saat seorang Skotlandia bernama Peter tersesat di padang rumput tempat pembuangan sampah pada suatu malam yang gelap, Tuhan memanggil namanya: " Peter!" Saat suara dari surga memanggilnya kembali, Peter berhenti berjalan, melihat ke bawah, dan ia menemukan bahwa ia hanya tinggal selangkah lagi akan jatuh ke tambang batu kapur yang sudah terbengkalai.
Bukankah itu akan sangat indah jika kita masing-masing dapat mendengarkan Tuhan memanggil nama kita? Bukankah itu hal yang akan menggembirakan jika Dia bisa sebegitu dekatnya dengan kita dan kita bisa duduk bersama-sama denganNya dan bercakap-cakap mengenai pergumulan hidup dan harapan kita?
1. HUBUNGAN TANPA BATAS DENGAN YESUS
Percaya atau tidak, kita dapat datang lebih dekat kepada Yesus sekarang dari pada saat jika Ia tinggal bersama-sama dengan kita sebagai seseorang yang dapat terlihat. Memiliki Yesus secara nyata dalam daging di kota kita akan merupakan suatu yang sangat bagus tentunya, tetapi pikirkan kerumunan orang yang berdesak-desakkan untuk dapat melihat lebih dekat. Pikirkanlah keinginan pada zamanNya. Kita mau melakukan sesuatu dengan baik agar dapat berbicara langsung denganNya untuk beberapa menit saja di dalam hidup kita.
Harapan Kristus adalah untuk mengolah hubungan pribadi dengan kita masing-masing. Itulah salah satu alasan mengapa Ia meninggalkan bumi ini untuk melakukan pelayanan khusus di Surga yang memungkinkan Dia untuk datang dekat kepada maing-masing dari kita setiap hari. Karena Yesus tidak terbatas berada hanya di satu tempat saja sama seperti waktu Ia berada di dunia ini, melalui Roh Kudus Dia sekarang dekat untuk menuntun kehidupan dari setiap orang yang menginginkannya secara pribadi. Janji yang menguatkan apakah yang Yesus berikan saat sebelum Ia naik ke Surga?

"AKU MENYERTAI KAMU SENANTIASA, sampai kepada akhir zaman." - Matius 28:20.

Apakah yang Kristus lakukan di Surga yang memungkinkan Dia untuk " selalu bersama dengan kita"?

"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punyai, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri tahta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapatkan pertolongan kita pada waktunya." - Ibrani 4:14-16.

Catat jaminan yang kita peroleh bila kita memiliki Yesus sebagai pengantara pribadi kita di Surga: "Dicobai dalam segala hal, sama seperti kita juga dicobai." "Bersimpati dengan kelemahan kita." "Menolong kita pada saat kita membutuhkan pertolongan." Bersama dengan Yesus sebagai Imam Besar kita, kita tidak lagi terpisahkan oleh jarak kita dengan Surga; Kristus dapat menuntun kita ke hadirat Allah. Tidak heran jika kita diminta untuk "meraih tahta anugerah dengan penuh keyakinan." Kedudukan apakah yang Yesus tempati di Surga?
"Tetapi Ia (Yesus), setelah mempersembahkan hanya satu korban saja karena dosa, Ia duduk untuk selama-lamanya DI SEBELAH KANAN ALLAH." - Ibrani 10:12.

Kristus yang hidup, "seorang yang dapat mengerti" adalah perantara pribadi kita pada tahta "sebelah kanan Allah." Bagaimanakah kehidupan Yesus menyiapkan Dia untuk menjadi Imam kita?

"Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan SAUDARA-SAUDARANYA, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pecobaan, maka IA DAPAT MENOLONG mereka yang dicobai." - Ibrani 2:17, 18.

"Saudara" kita yang ikut merasakan kemanusiaan kita, "dicobai" seperti kita dicobai, sekarang adalah Imam Besar kita disebelah kanan Bapa. "Dijadikan seperti" kita, Ia mengetaui apa yang kita sedang alami. Ia pernah merasa lapar, haus, dicobai, dan kehabisan tenaga. Ia dapat merasakan kebutuhan kita akan rasa simpati dan pengertian. Tetapi di atas segalanya, Yesus dapat menjadi Imam Besar kita karena Ia telah mati untuk menebus dosa kita. Dia membayar hutang dosa kita dengan mati menggantikan kita. Ini adalah Ajaran, Kabar Baik bagi semua orang dimana saja dan setiap waktu.
Salah seorang dari direktur Sekolah Alkitab membagikan pengalamannya: "Ketika anak perempuan paling kecil kami masih berumur tiga tahun, tangannya terjepit kursi lipat, yang menyebabkan tulangnya hancur. Saat kami terburu-buru membawa dia kedokter, tangisannya yang kencang karena kesakitan sangat meyakitkan hati kami. Dan anak kami yang berusia lima tahun juga sangat sangat tersentuh. Saya tidak akan pernah melupakan kata-katanya setelah dokter telah mengobati luka adiknya. Dia terisak, "Oh, Ayah, saya berharap itu terjadi pada jari saya!""
Saat semua manusia telah jatuh ke dalam dosa dan diputuskan untuk mati selamanya, Yesus berkata, "Oh, Bapa, Saya berharap itu adalah Saya." Dan Allah mengabulkan permintaan Yesus di kayu salib. Juru Selamat kita telah mengalami segala penderitaan yang telah kita alami bahkan lebih dari itu.
2. KABAR BAIK DI DALAM PERJANJIAN LAMA
Saat bangsa Israel berkemah di kaki gunung Sinai, Allah memerintahkan Musa untuk mendirikan kaabah yang dapat dipindahkan untuk berbakti "Sesuai dengan pola yang ditunjukkan kepadamu (Musa) di atas gunung." (Keluaran 25:40). Hampir 500 tahun kemudian, kaabah batu besar Raja Salomo menggantikan kaabah yang dapat dipindahkan tersebut. Dan kaabah itu didirikan sama persis dengan kaabah yang dapat dipindah-pindahkan pada zaman Musa. Saat Allah memberikan kepada Musa petunjuk untuk mendirikan kaabah, tujuan khusus apakah yang ada dalam rencana Allah?

"Dan mereka harus membuat tempat kudus bagiKu, supaya AKU AKAN DIAM DI TENGAH-TENGAH MEREKA." - Keluaran 25:8.

Dosa menyebabkan perpisahan yang tragis antara manusia dan penciptanya. Kaabah adalah cara Allah untuk menunjukkan kepada mereka bahwa Ia dapat tinggal di tengah-tengah mereka kembali. Kaabah, menjadi pusat dari kehidupan keagamaan dan perbaktian pada zaman perjanjian lama. Setiap pagi dan petang orang-orang dapat berkumpul di sekeliling kaabah dan mengadakan hubungan dengan Allah melalui doa (Lukas 1:9, 10), menuntut akan janji Allah: "Aku akan bertemu dengan engkau." (Keluaran 30:6).
Perjanjian Lama mengajarkan ajaran yang sama mengenai keselamatan seperti yang ada di dalam Perjanjian Baru. Keduanya menggambarkan kematian Yesus untuk kita dan melayani kita sebagai Imam Besar kita dalam kaabah surgawi.
3. PELAYANAN YESUS KEPADA KITA DIUNGKAPKAN DI DALAM KAABAH
Kaabah dan pelayanan-pelayanan menjelaskan apa yang Yesus kerjakan sekarang di kerajaan surga, dan apa yang Yesus kerjakan sekarang di dunia untuk memperkuat dan memberikan petunjuk satu persatu kepada kita dalam kehidupan sehari-hari.
Saat Kaabah dunia telah ditetapkan menurut kaabah di surga, ini mencerminkan kaabah surga di mana Yesus mengadakan pelayanan sekarang. Keluaran 25-40 menjelaskan pelayanan-pelayanan dan upacara-upacara kaabah di padang gurun dengan cukup jelas. Rangkuman singkat dari perabotan kaabah muncul di Perjanjian Baru: "sekarang perjanjian pertama tentang peraturan untuk perbaktian dan juga kaabah di dunia.... Di ruang yang pertama terdapat tempat kaki dian, meja dan roti sajian perjamuan, tempat ini disebut Bilik Suci. Di belakang tirai kedua terdapat ruangan yang disebut Bilik yang Maha suci, di mana terdapat mesbah ukupan dari emas dan tabut perjanjian yang seluruhnya berlapis emas. Di dalam tabut perjanjian berisi dua loh batu yang bertuliskan perjanjian [di mana Tuhan menuliskan sepuluh perintah Allah (Ulangan 10:1-5)]. Di atas dari tabut perjanjian terdapat dua kerub kemuliaan yang menaungi tutp pendamaian. (Ibrani 9:1-5).
Kaabah mempunyai dua ruangan, bilik yang suci dan bilik yang maha suci. Terdapat halaman yang terbentang di muka kaabah. Di halaman tersebut berdiri mesbah tembaga tempat imam mengadakan korban bakaran dan sebuah cawan yang dipakai untuk mencuci. Korban bakaran yang diberikan di mezbah tembaga tersebut melambangkan Yesus yang melalui kematiannya di kayu salib menjadi Anak domba Allah, yang menghapuskan dosa dunia (Yohanes 1:29). Ketika orang berdosa datang ke altar untuk meminta ampunan dengan membawa korban dan mengakui dosanya, dia menerima pengampunan dan pembersihan. Dengan jalan yang sama orang yang berdosa sekarang meminta pengampunan dan pembersihan melalui darah Yesus (1 Yohanes 1:9).
Di ruang yang pertama atau bilik suci, tujuh kaki dian yang terus menerus menyala, melambangkan Yesus yang tidak pernah gagal menerangi dunia (Yohanes 8:12). Meja dan roti sajian melambangkan pemenuhan akan kebutuhan fisik dan spiritual kita yang dipuaskan oleh roti hidup (Yohanes 6:35). Mesbah pendupa emas melambangkan Yesus yang melayani doa kita kehadapan Allah (Wahyu 8:3, 4).
Ruang yang ke dua, Bilik yang maha suci terdiri dari tabut perjanjian yang berlapis emas melambangkan tahta Allah. Tirai Pembenaran, atau takhta kemurahan melambangkan Kristus iman besar perantara kita yang menjelma mewakili kita umat yang berdosa yang telah melanggar hukum moral Allah. Dua loh batu tempat Tuhan menulis sepuluh perintah Allah tersimpan di bawah takhta kemurahan. Kerub emas kemuliaan terangkat melewati tempat duduk anugerah pada setiap ujung dari tabut perjanjian. Cahaya kemuliaan tersinar diantara dua kerub melambangkan kehadiran Allah sendiri.
Sebuah tirai menutupi bilik suci dari pandangan orang tempat para imam melayani mereka di halaman. Tirai yang kedua di depan bilik yang maha suci memisahkan ruang bagian dalam dari para imam yang memasuki ruang pertama kaabah. Ketika Yesus mati di kayu salib apa yang terjadi dengan tirai tersebut?
"Pada saat itu tirai di kaabah terbelah menjadi dua dari atas ke bawah." - Matius 27:51.
Bilik yang maha suci dapat dilihat ketika Yesus mati. Setelah Yesus mati tidak ada tirai yang dapat memisahkan Allah yang Suci dengan orang-orang saleh, Yesus, Imam besar kita, mengantar kita ke hadirat Tuhan (Ibrani 10:19-22). Kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala rumah Allah karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus iklas dan iman yang teguh oleh karena hati kita telah dibersihan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni.
4. SEBUAH WAHYU TENTANG KEMATIAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Sama seperti kaabah di bumi dibuat sebagai tiruan yang kecil dari kaabah di surga tampat Yesus sedang melayani kita sekarang, pelayanan yang dilaksanakan pada kaabah yang ada di bumi adalah "gambaran dan bayangan dari apa yang ada di surga" (Ibrani 8:5). Tetapi ada perbedaan: para imam yang melayani di kaabah bumi tidak dapat mengampuni dosa, tetapi di kayu salib Yesus "hanya satu kali saja menyatakan dirinya, pada jaman akhir untuk menghapuskan dosa oleh pengkorbananNya". (Ibrani 9:26).
Dalam Perjanjian Lama pada buku Imamat dijelaskan secara terperinci pelayanan-pelayanan yang ada dalam kaabah. Upacara-upacara dibagi menjadi dua bagian: pelayanan harian dan pelayanan tahunan (Pelajaran 13 menjelaskan tentang pelayanan tahunan).
Di dalam pelayanan harian para imam memberikan korban perorangan dan untuk seluruh umat. Ketika seseorang berbuat dosa, dia harus membawa binatang yang tidak bercacat sebagai korban persembahan, "meletakkan tangannya ke atas korban penghapus dosa dan menyembelih korban itu di tempat korban bakaran" (Imamat 4:29). Kesalahan dari orang yang berdosa harus dipindahkan kepada korban bakaran dengan cara mengakui dosanya dan menaruh tangannya di atas kepala korban tersebut. Ini melambangkan Kristus menebus dosa kita di bukit Golgota; seorang yang tidak berdosa menjadi "berdosa untuk kita" (2 Korintus 5:21). Korban bakaran harus dibunuh dan darahnya tertumpah karena korban bakaran tersebut menunjuk langsung kepada hukuman yang maha tinggi bahwa Kristus menderita di kayu salib.
5. KENAPA DARAH?
Tanpa penumpahan darah tidak ada pengampunan. (Ibrani 9:22). Apa yang terjadi di kaabah dalam Perjanjian Lama menggambarkan langsung suatu perbuatan penyelamatan yang besar dari Kristus. Mati untuk dosa kita, Dia telah masuk satu kali untuk selama-lamanya kedalam tempat yang kudus dengan membawa darahNya sendiri, dan dengan itu Dia telah mendapat kelepasan yang kekal" (ayat 12). Saat darah Yesus tertumpah di kayu salib untuk dosa kita, "tabir bait suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah" (Matius 27:51). Karena pengorbanan Yesus di kayu salib, binatang korban sudah tidak lagi dibutuhkan.
Saat Yesus menumpahkan darahNya dari kayu salib, Ia menawarkan hidup ketaatanNya yang sempurna sebagai ganti dari kegagalan kita. Saat Bapa dan Anak terpisah di Bukit Golgota, Allah Bapa berbalik dengan kesedihan yang mendalam dan Anak mati dengan hati yang hancur. Allah Anak menempatkan diriNya di dalam sejarah untuk mengambil bagi dirinya sendiri hasil sepenuhnya dari dosa dan untuk menunjukan bagaimana tragisnya perbuatan yang salah itu sebenarnya. Dia lalu dapat mengampuni orang yang berdosa tanpa menyepelekan dosa. Kristus membuat "perdamaian oleh darahNya, yang tertumpah di kayu salib" (Kolose1:20).
6. SEBUAH WAHYU TENTANG KEHIDUPAN YESUS UNTUK MENYELAMATKAN KITA
Apa yang Yesus "setiap hari lakukan di kaabah dalam surga?
"Karena itu Iapun sanggup untuk menyelamatkan secara sempurna semua orang yang datang kepada Allah melalui Dia, karena DIA SELALU HIDUP UNTUK MENJADI PENGANTARA bagi mereka." - Ibrani 7:25.

Yesus sekarang "hidup" untuk memberikan darahNya, pengorbananNya, mewakili kita. Dia sekarang bekerja keras untuk menyelamatkan setiap orang dari tragedi dosa. Beberapa orang secara salah menilai bahwa, sebagai perantara kita, Yesus di Surga memohon kepada Allah yang enggan memaafkan kita untuk mengampuni kita. Pada kenyataannya, Allah-lah yang secara senang menerima pengorbanan AnakNya yang mewakili kita.
Sebagai Imam Besar kita di Surga, Kristus juga memohon dengan kemanusiaanNya. Dia berusaha menolong orang yang acuh-tak-acuh untuk melihat sekali lagi kepada anugerah, untuk menolong orang yang berdosa yang berputus asa meraih kembali harapan dalam kabar kesukaan, dan untuk menolong orang-orang percaya menemukan lebih banyak kekayaan dari firman Allah dan lebih banyak kekuatan dari doa. Yesus membentuk kehidupan kita sejalan dengan perintah-perintah Allah dan menolong kita membangun karakter-karakter yang akan tetap teguh pada pencobaan waktu.
Allah menyerahkan hidupNya bagi setiap orang yang pernah hidup di dunia ini. Dan sekarang, sebagai Imam Besar dan pengantara kita, "Dia selalu hidup" untuk menuntun orang-orang menerima kematianNya bagi dosa mereka. Meskipun Dia mendamaikan seluruh kejatuhan bumi ini kepada dirinya di atas kayu salib, Dia tetap tidak dapat menyelamatkan kita kalau kita tidak menerima anugerahNya. Orang-orang tidak akan hilang karena mereka adalah orang yang berdosa, tetapi karena mereka menolak untuk menerima pengampunan yang Yesus tawarkan.
Dosa menghancurkan hubungan dekat Adam dan Hawa yang pernah dinikmati bersama dengan Allah. Tetapi Yesus, sebagai Anak Domba Allah, mati untuk membebaskan semua manusia dari dosa dan memperbaharui persahabatan yang hilang ini. Sudahkah anda menemukan Dia sebagai Imam Besarmu, yang pernah hidup untuk menjaga hubungan yang dekat dan bersemangat itu?
Kematian Yesus adalah sesuatu yang sama sekali unik. Pelayanan surgawi Kristus tidak dapat diperbandingkan. Hanyalah Kristus yang membawa Allah dekat di samping kita. Hanya Kristus yang membuat semuanya mungkin agar Roh Allah dapat berdiam di dalam hati kita. Dia mengosongkan diriNya dengan maksud agar kita dapat dipenuhi. Dia berhak mendapatkan pengakuan yang sama dari kita. Marilah kita menerima Dia sepenuhnya sebagai Juruselamat dan Penuntun hidup kita.

Hak Cipta © 2002 oleh The Voice of Prophecy